Penjualan Kendaraan Listrik Malaysia Meroket 148 Persen, Model Proton e.MAS 5 Kuasai 54 Persen Pasar
Lonjakan Drastis Pendaftaran Mobil Listrik di Pasar Otomotif Negeri Jiran
KUALA LUMPUR — Pasar kendaraan ramah lingkungan di Malaysia mencatatkan tonggak sejarah baru sepanjang kuartal ketiga tahun 2026. Berdasarkan laporan data registrasi kendaraan resmi yang dirilis oleh Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia, total pendaftaran mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) mengalami lonjakan spektakuler hingga 148,5 persen secara tahunan (year-on-year) dengan rekor 8.833 unit kendaraan listrik baru mengaspal hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Fenomena ini dipicu oleh kesuksesan besar peluncuran sub-merek elektrik nasional pertama dari PROTON Holdings Berhad, yaitu Proton e.MAS. Model unggulan terbarunya, Proton e.MAS 5, menjadi buah bibir publik dan langsung mendominasi lebih dari 54 persen pangsa pasar total penjualan kendaraan listrik di seluruh Malaysia, melampaui gabungan total penjualan seluruh merek otomotif impor lainnya di segmen yang sama.
Faktor Pendorong Keberhasilan Proton e.MAS 5 dan Antusiasme Konsumen
Keberhasilan luar biasa Proton e.MAS 5 didorong oleh kombinasi harga yang sangat kompetitif, teknologi baterai lithium iron phosphate (LFP) generasi mutakhir, serta jangkauan tempuh hingga 495 kilometer dalam sekali pengisian daya. Chief Executive Officer Proton, Dr. Li Chunrong, menyampaikan bahwa animo masyarakat mencerminkan kepercayaan konsumen lokal terhadap transformasi teknologi yang dihadirkan pabrikan otomotif nasional di fasilitas perakitan canggih Tanjung Malim, Perak.
Selain faktor spesifikasi dan harga, perluasan jaringan dealer khusus e.MAS di kawasan Lembah Klang, Penang, hingga Johor Bahru turut memberikan kemudahan akses servis berkala bagi konsumen. Model ini juga dilengkapi fitur keselamatan cerdas Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2 dan sistem infotainment berbasis kecerdasan buatan dengan integrasi perintah suara lokal, yang membuatnya sangat digemari kalangan keluarga muda perkotaan di Malaysia.
Akselerasi Infrastruktur Pengisian Daya dan Kebijakan Energi Hijau
Kenaikan drastis populasi kendaraan listrik ini turut diimbangi oleh percepatan pembangunan infrastruktur pengisian baterai oleh Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI) Malaysia bersama konsorsium energi nasional Tenaga Nasional Berhad (TNB) dan Gentari. Pemerintah Malaysia menargetkan pengoperasian 10.000 titik pengisian daya umum (EV charging point) di sepanjang jalan tol utama Semenanjung Malaysia sebelum akhir tahun berjalan.
Melalui insentif pembebasan pajak penjualan dan bea impor penuh bagi komponen kendaraan listrik, Malaysia kian mengukuhkan posisinya sebagai hub manufaktur kendaraan energi baru terkemuka di Asia Tenggara, bersaing ketat dengan Thailand dan Indonesia dalam menarik investasi rantai pasok global.
Post a Comment for "Penjualan Kendaraan Listrik Malaysia Meroket 148 Persen, Model Proton e.MAS 5 Kuasai 54 Persen Pasar"