Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Databricks Kucurkan Investasi US$350 Juta di Singapura untuk Perluas Pusat Inovasi AI Asia Pasifik

Databricks mengumumkan ekspansi pusat kecerdasan buatan regional di Singapura

Penguatan Ekosistem Kecerdasan Buatan Global Melalui Hub Regional Singapura

SINGAPURA — Perusahaan raksasa penyedia platform data dan kecerdasan buatan (AI) global, Databricks, secara resmi mengumumkan komitmen investasi bernilai lebih dari US$350 juta (sekitar Rp5,4 triliun) di Singapura selama tiga tahun ke depan. Langkah strategis ini mempertegas posisi Negeri Singa sebagai episentrum inovasi komputasi awan dan infrastruktur data terdepan di kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ).

Investasi jumbo tersebut difokuskan untuk menggandakan jumlah tenaga kerja ahli lokal, memperluas kantor pusat regional di kawasan Central Business District Singapura, serta mempercepat adopsi teknologi Data Intelligence Platform bagi ribuan korporasi terkemuka di Asia Tenggara. Vice President Databricks untuk kawasan APJ, Ed Lenta, menegaskan bahwa Singapura memiliki stabilitas regulasi, kepemimpinan digital yang matang, serta ekosistem talenta teknologi yang sangat kompetitif untuk mendorong lompatan produktivitas enterprise berbasis AI generatif.

Ekspansi Tenaga Kerja Ahli dan Pengembangan Riset AI Terapan

Sebagai bagian dari realisasi investasi tersebut, Databricks akan merekrut lebih dari 200 insinyur perangkat lunak, spesialis arsitektur solusi awan, dan peneliti data science di kantor Singapura. Fasilitas ini tidak hanya melayani pasar domestik, melainkan dirancang menjadi hub rekayasa teknis utama dalam menghadirkan solusi pemodelan AI berskala besar untuk klien regional seperti Grab, Singapore Exchange (SGX), serta berbagai institusi perbankan regional.

Selain memperkuat kapasitas tim teknis, Databricks juga bermitra dengan institusi pendidikan lokal dan lembaga pendukung ketenagakerjaan digital Singapura untuk menggelar program pelatihan intensif kecerdasan buatan. Inisiatif pelatihan ini menargetkan pencetakan ribuan talenta bersertifikasi dalam penanganan arsitektur data lakehouse, tata kelola data perusahaan, serta rekayasa model pembelajaran mesin (machine learning) yang aman dan sesuai standar tata kelola kepatuhan internasional.

Kolaborasi Bersama Lembaga Riset dan Prospek Industri Regional

Dukungan terhadap langkah Databricks turut datang dari otoritas pengembangan ekonomi setempat, Economic Development Board (EDB) Singapura. Kehadiran fasilitas inovasi ini dinilai sejalan dengan strategi nasional Singapura, National AI Strategy 2.0 (NAIS 2.0), yang menargetkan penciptaan ekosistem kecerdasan buatan terpercaya yang mampu memacu keunggulan operasional sektor keuangan, logistik, dan kesehatan di tingkat global.

Melalui perluasan kemitraan dengan penyedia layanan komputasi awan global seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud Platform, dan Microsoft Azure, Databricks optimis mampu membantu perusahaan di Asia Tenggara memangkas biaya pemrosesan big data hingga 40 persen sekaligus mempercepat integrasi otomatisasi bisnis secara berkelanjutan.

Post a Comment for "Databricks Kucurkan Investasi US$350 Juta di Singapura untuk Perluas Pusat Inovasi AI Asia Pasifik"