Pendanaan Crypto Asia Tenggara Rebound ke US$680 Juta pada 2026, Singapura Dominasi 82 Persen Ekosistem

Pendanaan Crypto Asia Tenggara Rebound ke US$680 Juta pada 2026
SINGAPURA — Industri blockchain di Asia Tenggara mencatat rebound signifikan pada 2026, dengan total pendanaan ekuitas mencapai US$680 juta hingga September — lebih dari dua kali lipat dibandingkan seluruh tahun 2025 yang hanya mencatat US$319 juta. Data ini dilaporkan oleh platform intelijen pasar Tracxn dalam laporan terbarunya.
Namun, pemulihan ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang sudah mapan, dengan jumlah putaran pendanaan yang justru menyusut menjadi hanya 25 transaksi pada 2026 dibandingkan 46 pada 2025 dan 206 pada 2022.
Crypto.com Sumbang 60 Persen dari Total Pendanaan
Salah satu faktor utama lonjakan pendanaan adalah putaran Series D senilai US$400 juta yang diraih oleh bursa kripto Crypto.com, yang menyumbang hampir 60 persen dari total pendanaan tahun ini. Sektor layanan keuangan kripto (crypto financial services) menarik total US$498 juta dalam setahun terakhir.
Temuan ini menunjukkan tren konsolidasi pasar, di mana investor semakin selektif dan memusatkan modal pada perusahaan kripto yang sudah terbukti, ketimbang mendanai startup tahap awal secara masif seperti pada era bull market 2021-2022.
Singapura Mendominasi Ekosistem Regional
Singapura tetap menjadi pusat gravitasi ekosistem blockchain Asia Tenggara, menguasai 82,5 persen dari total US$6,2 miliar yang telah diraih perusahaan blockchain di kawasan ini sepanjang sejarah. Posisi ini diperkuat oleh regulasi yang jelas dari Monetary Authority of Singapore (MAS) serta infrastruktur keuangan yang matang.
MAS sendiri baru-baru ini mengalokasikan S$220 juta selama tiga tahun untuk mendorong inovasi fintech dan AI, semakin memantapkan posisi Singapura sebagai hub teknologi keuangan Asia.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Meskipun angka pendanaan melonjak, para analis memperingatkan bahwa konsentrasi modal pada segelintir perusahaan besar menciptakan ketimpangan ekosistem. Startup blockchain tahap awal di negara-negara seperti Vietnam, Indonesia, dan Filipina masih kesulitan mendapatkan akses pendanaan yang memadai.
Summit Stablecoin Singapura 2026 yang diselenggarakan oleh XREX Group turut menyoroti masa depan mata uang digital dan regulasi stablecoin di kawasan, yang diharapkan dapat membuka peluang pendanaan baru bagi ekosistem yang lebih luas.
Sumber: CoinDesk, Tracxn Report 2026, Monetary Authority of Singapore
Post a Comment for "Pendanaan Crypto Asia Tenggara Rebound ke US$680 Juta pada 2026, Singapura Dominasi 82 Persen Ekosistem"