DBS Group Targetkan S$500 Miliar Aset Kekayaan pada 2030, Bank Singapura Perluas Pasar Klien Hingga Asia Tenggara dan Eropa

DBS Group Targetkan S$500 Miliar Aset Kekayaan pada 2030, Bank Singapura Perluas Pasar Klien Hingga Asia Tenggara dan Eropa
DBS Group Holdings Ltd, bank terbesar di Asia Tenggara berdasarkan aset, mengumumkan target untuk mengelola lebih dari S$500 miliar (sekitar US$370 miliar) dalam aset kekayaan (assets under management/AUM) pada akhir tahun 2026, dengan visi jangka panjang untuk melampaui S$1 triliun pada tahun 2030. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Wealth Management DBS, Tan Su Shan, dalam acara Investor Day pada pertengahan Juli 2026.
Target ini didorong oleh pertumbuhan pesat bisnis kekayaan DBS di segmen high-net-worth individuals (HNWI) dan ultra-HNWI. Pada semester pertama 2026, DBS Wealth Management mencatat kenaikan AUM sebesar 18% year-on-year menjadi S$420 miliar, didukung oleh arus masuk dana baru dari klien di Tiongkok, India, dan Timur Tengah.
Ekspansi ke Pasar Baru dan Solusi Digital Kekayaan
DBS telah membuka kantor baru di Hong Kong, Dubai, dan London untuk menarik klien internasional. Bank ini juga meluncurkan platform digital DBS Wealth Advisory yang menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan rekomendasi investasi personalisasi. Platform ini telah diluncurkan di Singapura, Indonesia, dan Hong Kong sejak awal 2026.
Tan Su Shan menjelaskan bahwa pendekatan DBS berbeda dari bank pesaing seperti UBS dan Credit Suisse (kini diintegrasi ke UBS) dengan menggabungkan layanan perbankan konvensional dengan solusi investasi alternatif, termasuk private equity, real estate, dan cryptocurrency. DBS adalah salah satu bank besar pertama di Asia yang menawarkan layanan kustodi aset digital kepada klien institusional.
Profitabilitas Meningkat Berkat Ekspansi Kekayaan
Laba bersih DBS pada kuartal kedua 2026 mencatat rekor sebesar S$2,8 miliar, naik 16% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Divisi Wealth Management menyumbang sekitar 25% dari total pendapatan bank. Piyush Gupta, CEO DBS, menyatakan bahwa pertumbuhan divisi kekayaan menjadi pilar utama strategi bank menuju status sebagai institusi keuangan kelas dunia.
Dengan momentum yang kuat, DBS memproyeksikan bahwa kontribusi bisnis kekayaan terhadap total pendapatan bank akan mencapai 35% pada 2030. Ambisi ini memperkuat posisi Singapura sebagai salah satu pusat pengelolaan kekayaan terbesar di dunia, bersaing langsung dengan Zürich dan Hong Kong.
Post a Comment for "DBS Group Targetkan S$500 Miliar Aset Kekayaan pada 2030, Bank Singapura Perluas Pasar Klien Hingga Asia Tenggara dan Eropa"