Gunung Anak Krakatau Meletus, Asap Volkanik Ganggu Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim
Gunung Anak Krakatau Meletus, Asap Volkanik Ganggu Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten, mengalami letusan kuat pada malam hari 5 September 2026, mengirimkan kolom abu vulkanik setinggi lebih dari 50.000 kaki ke atmosfer. Letusan ini menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, serta tiga bandara lainnya di sekitar wilayah Banten dan Jawa Barat.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga). Informasi resmi dari BMKG dan BPBD Provinsi Banten menyebutkan bahwa abu vulkanik menyebar hingga lebih dari 150 kilometer dari kawah, mempengaruhi kualitas udara di wilayah Tangerang, Serang, hingga sebagian kota Bandung.
Ratusan Penerbangan Terganggu, Penumpang Diungsikan
Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Angkasa Pura II, mengonfirmasi bahwa sekitar 500 penerbangan terdampak selama penutupan bandara yang berlangsung lebih dari 12 jam. Ribuan penumpang dialihkan ke bandara alternatif atau menjalani proses rebooking. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Singapore Airlines mengumumkan pembatalan dan penundaan penerbangan.
Bandara-bandara tersebut kembali beroperasi normal pada 8 September 2026 setelah tim inspeksi dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) memastikan kualitas udara aman untuk penerbangan. Langkah mitigasi cepat ini mendapat pujian dari International Air Transport Association (IATA).
Anak Krakatau: Sejarah Letusan yang Terus Dipantau
Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Letusan besar terakhir yang terkenal terjadi pada Desember 2018, yang memicu tsunami Selat Sunda. Sejak saat itu, PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik menggunakan jaringan seismograf dan satelit pemantauan. Letusan September 2026 ini menunjukkan bahwa Anak Krakatau memasuki fase aktivitas tinggi baru, dan pemerintah terus mengimbau warga di radius 5 kilometer dari kawah untuk waspada.
Post a Comment for "Gunung Anak Krakatau Meletus, Asap Volkanik Ganggu Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim"