Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SELATI dan UNISEL Luncurkan Droneport-1000, Langkah Besar Teknologi Penerbangan Malaysia

Drone teknologi terbang di atas area terbuka

SELATI dan UNISEL Luncurkan Droneport-1000 untuk Akselerasi Teknologi Penerbangan Malaysia

SABAK BERNAM, SELANGOR — Malaysia kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan teknologi penerbangan masa depan. Selangor Aviation Technology and Innovation (SELATI), bekerja sama dengan Universiti Selangor (UNISEL), resmi meluncurkan inisiatif Droneport-1000 pada 30 Juli 2026 di Sabak Bernam, Selangor. Kabar tersebut disampaikan melalui Media OutReach Newswire dan dikutip sejumlah media pada 18 Agustus 2026.

Inisiatif ini dirancang sebagai fondasi infrastruktur penerbangan tanpa awak (drone) yang terintegrasi, mulai dari fasilitas peluncuran dan pendaratan, pengelolaan lalu lintas udara drone, hingga pusat pelatihan operator. Nama Droneport-1000 merujuk pada visi besar untuk membangun jejaring pangkalan drone yang mampu melayani berbagai sektor ekonomi di seluruh negeri.

Infrastruktur Drone untuk Kebutuhan Nyata

Lokasi peluncuran di Sabak Bernam tidak dipilih secara acak. Kawasan itu merupakan salah satu sentra pertanian padi utama di Selangor, sehingga sangat ideal untuk penerapan teknologi drone dalam pertanian presisi, mulai dari pemupukan tepat sasaran, pemantauan kesehatan tanaman, hingga pemetaan lahan secara berkala. Selain pertanian, droneport juga diproyeksikan mendukung layanan logistik antarwilayah, inspeksi infrastruktur, serta operasi tanggap darurat saat banjir atau bencana alam.

Kehadiran infrastruktur khusus semacam ini menjawab salah satu tantangan terbesar industri drone, yakni keterbatasan ruang operasi yang aman dan legal. Dengan droneport yang terstandar, operator dapat menerbangkan armadanya dalam koridor terkontrol, sementara regulator memperoleh data lalu lintas udara yang transparan.

Kolaborasi Kampus dan Industri Cetak Talenta Aviasi

Keterlibatan UNISEL menjadi elemen penting dalam inisiatif ini. Universitas berbasis di Selangor tersebut dipercaya mengambil peran dalam riset, pengembangan kurikulum, serta pembinaan talenta muda bidang sistem penerbangan tanpa awak. Model kolaborasi seperti ini diharapkan melahirkan generasi engineer dan pilot drone bersertifikasi yang siap memenuhi permintaan industri yang terus meningkat.

Langkah Malaysia ini sejalan dengan tren global, di mana pasar drone komersial dunia diproyeksikan terus tumbuh signifikan dalam dekade mendatang. Negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura dan Vietnam juga telah mempercepat regulasi dan uji coba layanan drone, sehingga persaingan regional dalam sektor ini semakin dinamis.

Dengan Droneport-1000, Malaysia memposisikan dirinya bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan pemain aktif dalam pengembangan ekosistem aviasi masa depan. Jika konsisten dijalankan, inisiatif dari Sabak Bernam ini berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain di kawasan dalam membangun infrastruktur drone yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Post a Comment for "SELATI dan UNISEL Luncurkan Droneport-1000, Langkah Besar Teknologi Penerbangan Malaysia"