Rasio Defisit Filipina Diproyeksikan 5,45 Persen pada Akhir 2026, Penerimaan Negara Ditarget P6,5 Triliun pada 2030
Rasio Defisit Filipina Diproyeksikan 5,45 Persen pada Akhir 2026, Penerimaan Negara Ditarget Tembus P6,5 Triliun pada 2030
MANILA — Pemerintah Filipina memastikan arah konsolidasi fiskalnya tetap terkendali. Sekretaris Departemen Keuangan (Department of Finance/DOF) Frederick Go menyatakan rasio defisit fiskal terhadap produk domestik bruto (PDB) diproyeksikan berada di angka 5,45 persen pada akhir 2026, sesuai jalur yang telah ditetapkan pemerintah. Pernyataan tersebut dilansir Manila Standard, Kamis 20 Agustus 2026.
Angka tersebut menegaskan komitmen Manila menjaga kesehatan anggaran di tengah belanja besar untuk pembangunan. Lebih jauh, pemerintah memproyeksikan penerimaan negara akan terus menguat hingga mencapai P6,5 triliun peso pada tahun 2030, didorong oleh perluasan basis pajak, digitalisasi administrasi, serta peningkatan kepatuhan pelapor pajak.
Konsolidasi Fiskal di Tengah Ambisi Pertumbuhan Tinggi
Bagi banyak ekonom, kemampuan menahan defisit pada level yang masih dapat dikelola sambil terus membiayai proyek infrastruktur strategis adalah ukuran kualitas pengelolaan ekonomi sebuah negara. Filipina tengah menjalankan agenda pembangunan masif, termasuk jaringan transportasi, pelabuhan, dan proyek energi, yang membutuhkan dukungan anggaran besar namun tetap harus memperhatikan keberlanjutan utang.
Posisi defisit sekitar 5,45 persen dari PDB dinilai masih berada dalam rentang yang nyaman bagi negara berkembang dengan kebutuhan investasi tinggi. Dengan proyeksi penerimaan yang terus naik hingga 2030, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai layanan publik dan program perlindungan sosial juga ikut melebar tanpa harus bergantung berlebihan pada pinjaman luar.
Sinyal Positif bagi Investor dan Pasar Modal
Kepastian arah fiskal semacam ini merupakan sinyal penting bagi investor. Pasar obligasi dan lembaga pemeringkat umumnya menilai disiplin fiskal sebagai faktor kunci dalam menjaga peringkat kredit suatu negara. Stabilitas tersebut pada gilirannya membantu Filipina mempertahankan biaya pinjaman yang kompetitif dan menarik arus investasi asing langsung ke sektor-sektor prioritas.
Dalam beberapa bulan terakhir, iklim investasi Filipina memang menunjukkan dinamika positif, mulai dari lonjakan laba pengembang properti seperti DoubleDragon Corp., hingga meningkatnya peringkat ekosistem startup Filipina di mata global. Konsistensi fiskal yang dijaga DOF di bawah Frederick Go menambah kepercayaan bahwa fondasi makroekonomi negara itu semakin kokoh.
Jika proyeksi penerimaan P6,5 triliun pada 2030 tercapai sesuai rencana, Filipina akan memiliki bantalan fiskal yang jauh lebih kuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global, sekaligus mempercepat transformasi menuju ekonomi pertumbuhan tinggi di Asia Tenggara.
Post a Comment for "Rasio Defisit Filipina Diproyeksikan 5,45 Persen pada Akhir 2026, Penerimaan Negara Ditarget P6,5 Triliun pada 2030"