Abaxx Technologies Catat Rekor Volume Perdagangan Kuartal II 2026, Bursa Komoditas Singapura Tumbuh 276 Persen
Bursa Komoditas Singapura Pecahkan Rekor Perdagangan Baru di Kuartal II 2026
SINGAPURA — Abaxx Technologies Inc. (CBOE Canada: ABXX), perusahaan induk Abaxx Commodity Exchange yang beroperasi dari Singapura, mencatatkan kinerja perdagangan terbaik dalam sejarahnya pada kuartal II 2026. Dalam siaran pers resmi yang dirilis pada 17 Agustus 2026, perusahaan melaporkan total volume transaksi mencapai 888.902 kontrak, melonjak 276 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pencapaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Abaxx Exchange sebagai salah satu bursa komoditas dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia-Pasifik. Rata-rata volume perdagangan harian (average daily volume/ADV) tercatat di angka 14.572 kontrak, juga tumbuh 276 persen dari kuartal I 2026, disertai kenaikan open interest harian yang menunjukkan partisipasi pelaku pasar semakin aktif dan berkelanjutan.
Fokus pada Komoditas Energi dan Baterai Masa Depan
Berbeda dengan bursa tradisional yang bertumpu pada kontrak konvensional, Abaxx Exchange membangun reputasinya melalui produk komoditas yang relevan dengan transisi energi global. Kontrak berjangka nikel sulfat, bahan baku utama katoda baterai kendaraan listrik, menjadi salah satu andalan utama bursa yang berbasis di Singapura ini. Produk lain seperti kontrak LNG juga dirancang untuk menjawab kebutuhan lindung nilai (hedging) para pelaku industri energi di kawasan Asia.
Keputusan menempatkan bursa ini di Singapura bukan tanpa alasan. Kota-negara itu telah lama dikenal sebagai pusat keuangan utama Asia dengan regulasi pasar modal yang matang, infrastruktur teknologi yang andal, serta akses langsung terhadap produsen dan pembeli komoditas di Asia Tenggara. Ekosistem tersebut memberikan fondasi kuat bagi Abaxx untuk menarik likuiditas dari pedagang institusi, produsen, hingga pelaku industri baterai yang tengah tumbuh pesat.
Sinyal Positif bagi Pasar Modal Asia
Rekor kuartal II 2026 ini dinilai para pengamat sebagai indikasi bahwa permintaan terhadap instrumen lindung nilai komoditas baru di Asia terus meningkat. Seiring rantai pasok kendaraan listrik dan energi bersih berkembang di Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia, kebutuhan akan harga acuan (benchmark price) yang transparan untuk komoditas seperti nikel semakin mendesak.
Kenaikan open interest yang stabil juga menandakan bahwa peserta pasar tidak sekadar melakukan spekulasi jangka pendek, melainkan mulai menggunakan platform Abaxx untuk manajemen risiko jangka menengah hingga panjang. Hal ini penting bagi kredibilitas sebuah bursa baru yang ingin bersaing dengan pemain mapan di London dan Chicago.
Momentum ini menjadi kabar baik bagi ekosistem keuangan Asia Tenggara. Dengan basis teknologi modern dan fokus pada komoditas masa depan, Abaxx Technologies menunjukkan bahwa inovasi pasar modal dari Singapura mampu bersaing di level global, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas bagi pelaku industri komoditas di seluruh kawasan.
Post a Comment for "Abaxx Technologies Catat Rekor Volume Perdagangan Kuartal II 2026, Bursa Komoditas Singapura Tumbuh 276 Persen"