GCash Bidik IPO Terbesar dalam Sejarah Filipina, Target Raup Dana US$1,5 Miliar

GCash Bidik IPO Terbesar dalam Sejarah Filipina
Mynt, perusahaan operator dompet digital GCash, bersiap melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) senilai 92,3 miliar peso atau sekitar US$1,5 miliar — IPO terbesar yang pernah ada di Filipina. Rencana pencatatan saham ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, dengan debut pasar yang ditargetkan pada 19 Oktober.
IPO yang Mengubah Lanskap Pasar Modal Filipina
Berdasarkan prospektus awal yang diajukan Mynt, perusahaan berencana menjual hingga 9,23 miliar saham, termasuk opsi kelebihan alokasi 1,2 miliar saham, dengan harga maksimum 10 peso per saham. Dengan harga tersebut, Mynt dinilai mencapai 669 miliar peso (sekitar US$10,9 miliar), melampaui kapitalisasi pasar BDO Unibank sebesar 645,6 miliar peso — bank terbesar di Filipina milik keluarga Sy.
IPO ini menjadi pencatatan saham terbesar sejak debut Monde Nissin pada 2021 yang meraup US$1 miliar. Mynt akan menerima 30 persen dari perkiraan total dana 92,3 miliar peso, sementara sisanya akan masuk ke pemegang saham penjual, termasuk eksekutif Mynt, Ant International (sebelumnya Ant Financial), serta dana kelolaan investor Amerika Serikat, Warburg Pincus dan LGVP Capital Partners.
Pemegang saham Mynt lainnya mencakup Globe Telecom dan MUFG Bank asal Jepang. Globe Telecom sendiri dimiliki bersama oleh Ayala Corporation — perusahaan konglomerasi keluarga Jaime Zobel de Ayala — dan Singtel asal Singapura. Sekitar 14,9 miliar peso dari dana IPO akan digunakan Mynt untuk memperkuat portofolio pinjaman, cadangan kas, serta mengembangkan produk dan layanan baru.
90 Juta Pengguna dan Pertumbuhan Pesat
GCash saat ini memiliki 90 juta pengguna terdaftar, dengan sekitar 40 juta pengguna aktif setiap bulannya. Mynt mencatat laba bersih 17,3 miliar peso tahun lalu, melonjak 56 persen, sementara pendapatannya naik 27 persen menjadi 79,8 miliar peso setelah volume transaksi GCash melonjak 28 persen menjadi 17 triliun peso.
Chief Executive Officer Mynt, Martha Sazon, menegaskan misi perusahaan tetap kokoh: menjangkau dan melayani jutaan warga Filipina, mendorong inovasi berkelanjutan, serta memastikan semua orang dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital secara aman, inklusif, dan bermakna. GCash pertama kali diluncurkan Globe Telecom pada 2004 sebagai platform pembayaran berbasis pesan teks sebelum bertransformasi menjadi aplikasi dompet digital terbesar di Filipina.
IPO GCash dipandang sebagai tonggak penting yang akan memperdalam pasar modal Filipina sekaligus memperkuat posisi negeri itu sebagai salah satu pusat fintech Asia Tenggara yang tumbuh paling cepat. Minat investor global terhadap saham fintech Asia tercermin dari antusiasme pasar terhadap rencana pencatatan saham yang didukung Ant International ini.
GCash mendominasi pasar dompet digital Filipina dengan pangsa transaksi terbesar di antara platform pembayaran elektronik. Pencatatan saham Mynt diprediksi menjadi ujian sentimen investor global terhadap sektor fintech Asia Tenggara sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak perusahaan teknologi kawasan untuk melantai di bursa.
Post a Comment for "GCash Bidik IPO Terbesar dalam Sejarah Filipina, Target Raup Dana US$1,5 Miliar"