Bank Islam Malaysia Catat Laba RM254,2 Juta di Semester I 2026, Siapkan Transformasi Core Banking

Bank Islam Malaysia Catat Laba RM254,2 Juta di Semester I 2026
Bank Islam Malaysia Berhad membukukan laba bersih RM254,2 juta pada paruh pertama 2026, naik tipis 0,5 persen dibandingkan RM253 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini diumumkan bersamaan dengan rencana perusahaan melakukan perombakan besar-besaran pada sistem core banking-nya dalam lima tahun ke depan.
Kinerja Keuangan yang Solid
Pendapatan bersih Bank Islam tumbuh 5,1 persen year-on-year menjadi RM1,43 miliar, ditopang pendapatan berbasis dana serta pendapatan komisi dan biaya yang lebih kuat, meski sebagian tertahan oleh penurunan keuntungan penjualan surat berharga. Di sisi beban, total overhead naik 3,9 persen menjadi RM855,9 juta seiring investasi perusahaan di bidang talenta, kapabilitas digital, dan infrastruktur teknologi.
Penyisihan kerugian penurunan nilai bersih untuk pembiayaan dan piutang naik 17 persen menjadi RM143 juta, sementara biaya pendanaan naik 22,7 persen menjadi RM98 juta. Kendati demikian, pada kuartal kedua 2026 laba bersih Bank Islam tetap meningkat 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi RM139,1 juta.
Pembiayaan bruto Bank Islam tumbuh 7,5 persen year-on-year menjadi RM77,9 miliar pada akhir Juni, sementara simpanan nasabah dan akun investasi mencapai RM86,9 miliar, naik 5,1 persen. Total aset perusahaan tumbuh 7,2 persen menjadi RM106,7 miliar. Dari sisi lini bisnis, pendapatan bersih institutional banking naik 5 persen menjadi RM488,5 juta, didukung pendapatan berbasis dana, biaya terkait pembiayaan, dan pendapatan valuta asing. Adapun retail banking mencatat penurunan pendapatan bersih 11,3 persen akibat pendapatan berbasis dana dan bancatakaful yang lebih rendah.
Revitalisasi Arsitektur Core Banking
Raja Teh Maimunah, Group Chief Executive Officer Bank Islam, mengatakan pembaruan strategis perusahaan akan berporos pada penyederhanaan, otomasi, dan digitalisasi. "Kami meninjau proses, model operasional, dan struktur biaya untuk menghilangkan kompleksitas, meningkatkan efektivitas eksekusi, serta menghadirkan pengalaman nasabah yang lebih cepat, mulus, dan intuitif," kata Raja Teh Maimunah, seperti dikutip Fintech News Malaysia.
Bank Islam tengah mengembangkan kerangka core banking lima tahun yang meningkatkan adopsi cloud dengan tetap mempertahankan infrastruktur on-premises. Strategi yang lebih luas mencakup penguatan platform digital dan kesadaran keamanan siber, serta investasi terarah pada pengembangan talenta.
Langkah ini menegaskan komitmen Bank Islam dalam memodernisasi layanan perbankan syariah Malaysia di tengah persaingan digital yang semakin ketat di Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan pembiayaan yang konsisten dan transformasi teknologi yang agresif, Bank Islam memposisikan diri sebagai pemain utama perbankan syariah yang siap bersaing di era perbankan digital.
Dengan pertumbuhan pembiayaan yang konsisten, laba yang stabil, dan transformasi teknologi yang agresif, Bank Islam memposisikan diri sebagai pemain utama perbankan syariah di Malaysia. Kombinasi penguatan infrastruktur digital dan disiplin biaya dinilai menjadi kunci menjaga daya saing perusahaan pada paruh kedua 2026.
Post a Comment for "Bank Islam Malaysia Catat Laba RM254,2 Juta di Semester I 2026, Siapkan Transformasi Core Banking"