Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Startup AI Singapura Ropedia Raih Pendanaan US$30 Juta untuk Infrastruktur Data Physical AI

Pusat Data AI Singapura

Startup AI Singapura Ropedia Raih Pendanaan US$30 Juta untuk Infrastruktur Data Physical AI

SINGAPURA — Startup teknologi yang berbasis di Singapura, Ropedia, berhasil mengamankan pendanaan pra-Series A senilai US$30 juta (sekitar Rp480 miliar) dari sejumlah investor ventura global. Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur data untuk physical AI ini mengumumkan pencapaian tersebut pada 23 Juli 2026, menandai salah satu putaran pendanaan terbesar untuk startup tahap awal di Asia Tenggara tahun ini.

Ropedia mengembangkan platform data yang dirancang khusus untuk melatih sistem kecerdasan buatan (AI) yang berinteraksi dengan dunia fisik — seperti robotika, kendaraan otonom, dan sistem manufaktur pintar. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Sequoia Capital Southeast Asia dengan partisipasi dari Jungle Ventures, Wavemaker Partners, dan Insignia Ventures Partners.

Mengisi Celah Infrastruktur Physical AI

CEO dan Co-Founder Ropedia, Arjun Narayan, menjelaskan bahwa perusahaannya berfokus pada penyediaan infrastruktur data berkualitas tinggi yang selama ini menjadi hambatan utama pengembangan physical AI. "Model AI untuk dunia fisik membutuhkan data sensorik, spasial, dan temporal yang jauh lebih kompleks dibandingkan model bahasa besar. Kami membangun jembatan infrastruktur itu," ujar Narayan dalam keterangan persnya.

Physical AI sendiri merupakan cabang AI yang memungkinkan mesin memahami dan berinteraksi dengan lingkungan fisik — berbeda dengan generative AI berbasis teks seperti ChatGPT. Sektor ini diproyeksikan tumbuh pesat seiring meningkatnya adopsi robotika industri dan kendaraan otonom.

Posisi Singapura sebagai Hub AI Asia

Pendanaan Ropedia semakin mengukuhkan posisi Singapura sebagai pusat inovasi AI di kawasan. Sebelumnya, sovereign wealth fund GIC telah melakukan investasi strategis di perusahaan AI global Anthropic, dan pusat data AI terbesar Singapura milik Nxera juga baru diresmikan. Pemerintah Singapura melalui Infocomm Media Development Authority (IMDA) terus mendorong pengembangan ekosistem AI nasional.

Dana segar ini akan digunakan Ropedia untuk memperluas tim engineering, meningkatkan kapasitas platform data, dan melakukan ekspansi ke pasar Jepang dan Korea Selatan pada tahun 2027. Total valuasi perusahaan pasca-pendanaan diperkirakan mencapai US$120 juta.

Sumber: Yahoo Finance, July 2026

Post a Comment for "Startup AI Singapura Ropedia Raih Pendanaan US$30 Juta untuk Infrastruktur Data Physical AI"