Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Interpol Ringkus 3.018 Tersangka Penipuan Global, Singapura Bentuk Cyber Command Baru

Operasi Interpol Anti Penipuan

Interpol Ringkus 3.018 Tersangka Penipuan Global, Singapura Bentuk Cyber Command Baru

SINGAPURA — Sebuah operasi anti-penipuan internasional yang dikoordinasikan oleh Interpol berhasil menangkap 3.018 tersangka di 97 wilayah hukum dan menyita aset terkait kerugian korban senilai total US$752 juta. Operasi yang berlangsung selama beberapa bulan ini melibatkan lembaga penegak hukum dari berbagai negara, termasuk Singapore Police Force (SPF).

Menurut keterangan dari The Straits Times pada 10 Juli 2026, otoritas Singapura memainkan peran aktif dalam operasi global ini. SPF mengonfirmasi bahwa beberapa sindikat penipuan yang beroperasi lintas batas melalui Singapura berhasil diidentifikasi dan dibubarkan.

Singapura Luncurkan Cyber Command

Menanggapi meningkatnya ancaman kejahatan siber, Singapore Police Force baru-baru ini membentuk unit khusus bernama Singapore Cyber Command. Unit ini akan menjadi garda terdepan dalam menangani penipuan daring (online scams), ancaman ransomware, dan kejahatan siber lainnya. Pembentukan Cyber Command menyatukan berbagai unit kepolisian yang sebelumnya terpisah — termasuk Anti-Scam Command (ASC) dan Technology Crime Forensic Branch.

Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, menekankan bahwa kerugian akibat penipuan daring di Singapura mencapai S$913 juta dalam setahun terakhir. "Ancaman siber tidak mengenal batas negara. Kolaborasi internasional seperti operasi Interpol ini sangat krusial," tegasnya.

Modus Operandi dan Dampak Regional

Operasi Interpol yang diberi nama First Light ini menargetkan berbagai modus penipuan: penipuan investasi, business email compromise (BEC), penipuan belanja daring, dan romance scams. Sindikat yang ditangkap beroperasi di berbagai negara termasuk Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Uni Emirat Arab.

Selain penangkapan, otoritas berhasil membekukan ribuan rekening bank dan menyita aset digital termasuk cryptocurrency. Interpol menyatakan bahwa ini merupakan operasi anti-penipuan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut.

Sumber: The Straits Times, Connected to India, July 2026

Post a Comment for "Interpol Ringkus 3.018 Tersangka Penipuan Global, Singapura Bentuk Cyber Command Baru"