VP Sara Duterte Minta Senat Filipina Batalkan Kasus Impeachment: Ketegangan Politik Manila Memuncak

Sidang impeachment VP Sara Duterte di Kongres Filipina

VP Sara Duterte Resmi Ajukan Permohonan Pembatalan Impeachment ke Senat Filipina

MANILA — Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, secara resmi meminta Senat Filipina untuk membatalkan kasus impeachment yang diajukan terhadapnya. Permohonan ini datang setelah Dewan Perwakilan Rakyat Filipina (House of Representatives) menyetujui dua pasal impeachment pada awal 2026.

Latar Belakang Konflik Politik

Kasus impeachment terhadap VP Duterte berakar pada tuduhan penyalahgunaan dana konfidensial saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan Filipina (DepEd). Perwakilan Perci Cendaña dari Akbayan Partylist menjadi salah satu penggerak utama yang mendorong mosi impeachment di hadapan Gedung Kongres Filipina.

Sara Duterte, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut proses impeachment sebagai "serangan politik" yang dimotivasi oleh rivalitas dengan kubu Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. Hubungan antara keluarga Duterte dan Marcos yang sebelumnya bersekutu dalam koalisi UniTeam pada pemilu 2022, kini retak sepenuhnya.

Proses Senat dan Implikasi Politik

Menurut Konstitusi Filipina 1987, Senat bertindak sebagai pengadilan impeachment. Ketua Mahkamah Agung Filipina akan memimpin persidangan jika yang diadili adalah seorang presiden, namun untuk wakil presiden, Ketua Senat yang akan memimpin sidang.

Analis politik dari Universitas Filipina Diliman, Prof. Julio Teehankee, menyebut kasus ini sebagai "uji terberat bagi demokrasi Filipina pasca-Duterte." Jika Senat menolak permohonan pembatalan, Sara Duterte berpotensi dicopot dari jabatannya dan dilarang memegang posisi publik selama beberapa tahun.

Sementara itu, Kantor Ombudsman Filipina masih menjalankan investigasi paralel terkait penggunaan dana konfidensial DepEd senilai lebih dari PHP 125 juta pada tahun 2022-2023.

Ketegangan politik ini terjadi di saat Filipina juga menghadapi tekanan keamanan di Laut China Selatan, di mana Kementerian Pertahanan Nasional Filipina melaporkan peningkatan patroli kapal penjaga pantai China di dekat Karang Ayungin (Second Thomas Shoal).

Sumber: The Star Malaysia, Reuters, Reuters Witness Reports, 2 Juni 2026

Post a Comment

0 Comments