Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra Terima Kunjungan Kenegaraan PM To Lam dari Vietnam
BANGKOK — Thailand dan Vietnam resmi meluncurkan peta jalan kerja sama bilateral 2026-2031 dengan target meningkatkan volume perdagangan kedua negara menjadi US$25 miliar, menurut laporan Bloomberg dan The Star Malaysia pada 28 Mei 2026. Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri To Lam ke Bangkok menjadi yang pertama sejak ia menjabat.
Area Kerja Sama Utama
Dalam pertemuan di Gedung Pemerintah Thailand, kedua pemimpin menyepakati penguatan kerja sama di beberapa sektor strategis. Kementerian Perdagangan Thailand dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam (MOIT) akan membentuk Joint Trade Committee yang bertugas memfasilitasi pengurangan hambatan tarif untuk produk pertanian, elektronik, dan otomotif.
Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra menekankan pentingnya konektivitas darat antara kedua negara melalui Koridor Ekonomi Timur-Vietnam (Eastern Economic Corridor - EEC) yang terhubung dengan pelabuhan Haiphong dan Da Nang di Vietnam. Bank Ekspor-Impor Vietnam (VietinBank) dan Krung Thai Bank juga menandatangani nota kesepahaman untuk memfasilitasi transaksi perdagangan bilateral.
Dinamika Politik ASEAN
Kerja sama ini juga dipandang sebagai langkah strategis di tengah dinamika ASEAN yang menghadapi tekanan dari konflik perdagangan global. Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn dari Kamboja, menyambut baik inisiatif bilateral ini sebagai model untuk negara anggota lainnya.
Kementerian Luar Negeri Vietnam mencatat bahwa Vietnam merupakan mitra dagang terbesar ke-5 Thailand di ASEAN, dengan total perdagangan bilateral mencapai US$18,7 miliar pada 2025. Target US$25 miliar pada 2031 membutuhkan pertumbuhan tahunan sekitar 6 persen.
Kedua negara juga membahas kerja sama keamanan maritim di Teluk Thailand dan Laut China Selatan, serta koordinasi dalam forum ASEAN Regional Forum (ARF) terkait isu keamanan regional.
Sumber: Bloomberg, The Star Malaysia, 28 Mei 2026
0 Comments