Tarique Rahman Kembali ke Bangladesh Setelah 17 Tahun: Babak Baru Politik Pasca Hasina

Kerumunan massa di Dhaka, Bangladesh

Aktung Ketua BNP Tarique Rahman Mendarat di Dhaka: Menyambut Pemilu 2026

DHAKATarique Rahman, Acting Chairman Bangladesh Nationalist Party (BNP), kembali ke Bangladesh pada 25 Desember 2025 setelah 17 tahun menjalani pengasingan di London. Kedatangannya menandai perkembangan signifikan dalam lanskap politik negara tersebut, menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan awal 2026.

Penyambutan di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal

Rahman, 60 tahun, tiba di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal di Dhaka dan disambut oleh ribuan pendukung BNP di tengah pengamanan ketat. Ia ditemani istrinya, Zubaida Rahman, dan putri mereka, Zaima Rahman. Dalam pidatonya, Rahman menekankan persatuan nasional, inklusivitas lintas agama, dan visi Bangladesh yang demokratis dan kuat secara ekonomi.

Rahman meninggalkan Bangladesh pada tahun 2008 untuk perawatan medis setelah dibebaskan dengan jaminan selama 18 bulan dalam tahanan di bawah pemerintahan militer yang berkuasa dari 2006 hingga 2008. Ia sempat divonis bersalah atas tudangan korupsi, pencucian uang, dan keterlibatan dalam serangan granat 2004 terhadap rival politiknya, Sheikh Hasina. Vonis tersebut dibatalkan setelah jatuhnya pemerintahan Hasina.

Pemerintahan Interim Muhammad Yunus dan Pemilu 2026

Kembalinya Rahman terjadi di bawah pemerintahan interim yang dipimpin oleh peraih Nobel Muhammad Yunus, yang naik ke tampuk kekuasaan setelah penggulingan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Agustus 2024. Hasina kini telah dijatuhi hukuman mati in absentia atas kejahatan kemanusiaan terkait penumpasan protes yang menewaskan sekitar 1.400 orang menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut jajak pendapat International Republican Institute pada Desember, BNP menjadi unggulan pemilu dengan 30 persen dukungan. Partai ini baru-baru ini menjauhkan diri dari sekutu seperti Jamaat-e-Islami untuk mengadopsi pendekatan yang lebih sentris.

Ibu Tarique, Khaleda Zia, Masih Kritis

Ibu Rahman, Khaleda Zia, 80 tahun, masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis sejak November 2025. Ia menjabat sebagai Acting Chairman BNP sejak 2018 dan menghabiskan sebagian besar masa pemerintahan Hasina di penjara. Kondisi kesehatannya yang memburuk menjadi salah satu motivasi utama kembalinya Tarique Rahman ke Bangladesh.

Tantangan yang masih dihadapi BNP termasuk mengintegrasikan faksi-faksi internal partai, menjaga ketertiban hukum, dan mengatasi potensi kerusuhan dari pendukung Awami League, yang tidak diizinkan berpartisipasi dalam pemilu mendatang.

Sumber: Al Jazeera, BBC News, Wikinews

Post a Comment

0 Comments