Sri Lanka Jadi Pusat Kejahatan Scam Online Baru Asia
COLOMBO, Sri Lanka — Lonjakan penangkapan warga asing yang terlibat penipuan daring (online scam) di Sri Lanka memicu kekhawatiran otoritas setempat bahwa negara ini sedang menjadi hub kejahatan siber baru, menyusul tindakan keras di Kamboja, Myanmar, dan Filipina selama dua tahun terakhir.
Menurut laporan The Japan Times pada 20 Mei 2026, Kantor Narkoba dan Kejahatan Terorganisir Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNODC) mengonfirmasi adanya perpindahan jaringan scam dari Segitiga Emas di Myanmar ke Asia Selatan, dengan Kolombo sebagai titik transit utama.
Operasi Penangkapan oleh CID Sri Lanka
Criminal Investigation Department (CID) Sri Lanka telah menahan lebih dari 120 tersangka dari berbagai negara termasuk India, China, Pakistan, dan Nigeria dalam serangkaian penggerebekan di kawasan Colombo, Nugegoda, dan Dehiwala. Para tersangka beroperasi dari gedung perkantoran yang disewa, menjalankan pusat panggilan ilegal yang menargetkan korban di Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Inspektur Jenderal Kepolisian (IGP) Sri Lanka menyatakan bahwa modus operandi mereka mencakup romance scam, penipuan investasi kripto, dan skema pig butchering yang merugikan korban hingga jutaan dolar AS. Beberapa tersangka diduga memiliki koneksi dengan sindikat yang sebelumnya beroperasi di Sihanoukville, Kamboja.
Dampak Ekonomi dan Diplomasi
Kementerian Luar Negeri Sri Lanka melalui Menteri Ali Sabry telah melakukan koordinasi diplomatik dengan Kedutaan Besar China di Colombo dan Interpol untuk menindak jaringan transnasional ini. Pemerintah Sri Lanka juga meminta bantuan teknis dari Australian Federal Police (AFP) dan Europol dalam investigasi.
Kasus ini menambah tekanan pada citra Sri Lanka yang sedang berupaya memulihkan ekonomi dan sektor pariwisata setelah krisis keuangan 2022. Bank Sentral Sri Lanka melaporkan adanya aliran dana mencurigakan sebesar lebih dari US$50 juta yang masuk ke rekening-rekening lokal terkait jaringan scam ini.
Sumber: The Japan Times, UNODC, CID Sri Lanka, Mei 2026
0 Comments