Gempa Magnitudo 7.7 Guncang Utara Jepang: Tsunami Diperingatkan, Ribuan Warga Dievakuasi dari Hokkaido

Tsunami warning di pesisir Jepang

Gempa Magnitudo 7.7 Guncang Utara Jepang

TOKYO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.7 mengguncang perairan utara Jepang pada 20 April 2026, memicu peringatan tsunami dan megaquake advisory di sepanjang pesisir Hokkaido dan Aomori. Japan Meteorological Agency (JMA) segera mengeluarkan peringatan tsunami setinggi hingga 3 meter untuk wilayah pesisir timur Laut Okhotsk.

Perdana Menteri Shigeru Ishiba segera mengerahkan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) dan Badan Manajemen Bencana dan Kebakaran (FDMA) untuk operasi evakuasi. Lebih dari 15.000 warga di kota-kota pesisir seperti Kushiro, Nemuro, dan Hakodate diinstruksikan untuk segera menjauh dari garis pantai.

Tsunami Kecil Teramati, Tidak Ada Korban Jiwa

Berdasarkan laporan JMA, gelombang tsunami setinggi sekitar 90 sentimeter teramati di Pelabuhan Kushiro sekitar 20 menit setelah gempa utama. Gelombang yang lebih kecil juga tercatat di Pelabuhan Otaru dan Pelabuhan Abashiri. Berkat sistem peringatan dini yang canggih, tidak ada laporan korban jiwa dari bencana ini.

Kepala Sekretaris Kabinet menyatakan bahwa gempa ini terjadi di zona subduksi yang sama dengan Gempa Tohoku 2011, meskipun magnitudonya jauh lebih kecil. Profesor Yoshihiro Kuwayama dari Earthquake Research Institute, Universitas Tokyo, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik di sepanjang Lempeng Kuril-Kamchatka.

Advisori Megaquake dan Kesiapan Bencana

Pasca-gempa, JMA mengeluarkan megaquake advisory yang menyatakan bahwa risiko gempa besar (megaquake) di kawasan tersebut meningkat dalam beberapa hari hingga minggu ke depan. Warga di Prefektur Hokkaido dan Prefektur Aomori diminta untuk menyiapkan emergency kit dan mengikuti jalur evakuasi yang telah ditetapkan.

Badan Penanggulangan Bencana Jepang juga mengaktifkan Pusat Operasi Darurat di Kantor Perdana Menteri dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah di seluruh Tohoku dan Hokkaido. Perusahaan Listrik Tokyo (TEPCO) dan Tohoku Electric Power melaporkan tidak ada gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di kawasan tersebut.

Sumber: Associated Press, CBS News, Japan Meteorological Agency, April 2026

Post a Comment

0 Comments