Senator Filipina Jinggoy Estrada Ditangkap dengan Tuduhan Plunder: Korupsi Proyek Pengendalian Banjir Senilai $9,3 Juta
MANILA — Senator Filipina Jinggoy Estrada, 63 tahun, ditangkap pada Senin atas tuduhan plunder (perampokan negara) setelah diduga menerima suap besar dari proyek pengendalian banjir. Penangkapan ini menjadi krisis terbaru yang melanda Senat Filipina, tempat pertempuran untuk kendali masa depan politik negara sedang berlangsung.
Pengadilan anti-korupsi khusus Sandiganbayan awalnya mengeluarkan surat penangkapan terhadap Estrada pada Jumat atas tuduhan korupsi. Ia menyerahkan diri namun segera dibebaskan dengan jaminan. Tuduhan baru yang menyeretnya ke penjara pada Senin tidak memberikan hak jaminan.
Tuduhan Suap Rp570 Juta Peso
Estrada membantah keras tuduhan yang terutama berasal dari seorang insinyur pekerjaan umum pemerintah, bahwa ia menerima lebih dari 570 juta peso ($9,3 juta) dalam bentuk kickback dari proyek pengendalian banjir. Menteri Dalam Negeri Jonvic Remulla dan pasukan kepolisian menangkapnya di gedung Senat.
"Tidak akan ada perlakuan istimewa," kata Remulla tentang Estrada dan rekan terdakwa lainnya, termasuk mantan Menteri Pekerjaan Umum Manuel Bonoan, yang secara terpisah ditempatkan di bawah penahanan.
Implikasi Politik yang Lebih Luas
Estrada menyatakan bahwa kasus korupsi yang dihadapinya merupakan hasil dari afiliasinya dengan kubu mantan Presiden Rodrigo Duterte dan putrinya, Wakil Presiden Sara Duterte, yang dulunya sekutu namun kini menjadi rival politik Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Dengan penangkapan Estrada, dua senator dari 24 anggota chamber kini secara efektif tersingkir karena masalah hukum. Senator lain, Ronald dela Rosa, telah bersembunyi setelah International Criminal Court (ICC) mengeluarkan surat penangkapan atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang narkoba Duterte.
Beberapa senator dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat lainnya juga telah terseret dalam anomali pengendalian banjir di negara kepulauan yang termasuk paling rentan terhadap banjir dan topan mematikan.
Sumber: Associated Press, 1 Juni 2026
0 Comments