Ganesh Kale, Raja Cybercrime India, Dideportasi dari Thailand Setelah Operasi Penangkapan Internasional

Operasi penangkapan cybercrime kingpin

Ganesh Kale, Raja Cybercrime India, Dideportasi dari Thailand Setelah Operasi Penangkapan Internasional

NEW DELHI — India berhasil mendeportasi Ganesh Balaso Kale, seorang raja kejahatan cyber (cybercrime kingpin), dari Thailand dan membawanya kembali ke India. Kale menjadi buronan setelah dituduh memimpin jaringan penipuan skala besar yang beroperasi di Asia Tenggara.

Operasi Deportasi Internasional

Penangkapan dan deportasi Kale merupakan hasil kerja sama antara otoritas India dan Thailand, termasuk koordinasi dengan lembaga penegak hukum internasional. Central Bureau of Investigation (CBI) India telah menyelidiki jaringan Kale selama berbulan-bulan sebelum operasi penangkapan dilaksanakan.

Kale diduga memimpin jaringan yang memanfaatkan pekerja yang terperangkap di senyawa-senyawa penipuan di Asia Tenggara untuk menjalankan skema penipuan daring yang menargetkan warga India dan negara-negara lain. Jaringan ini menggunakan platform media sosial untuk menjebak para korban.

Jaringan Perbudakan Siber di Asia Tenggara

Kasus Kale menyoroti masalah perbudakan siber (cyber slavery) yang semakin marak di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan investigasi CBI sebelumnya, jaringan perdagangan manusia ini telah menjebak ratusan warga India dengan iming-iming pekerjaan menguntungkan di luar negeri, namun kemudian dipaksa bekerja di senyawa-senyawa penipuan di Myanmar, Kamboja, dan Laos.

Sebelumnya, CBI telah menangkap dua tersangka kunci dalam jaringan ini pada 9 Juni 2026. Mereka dituduh menjadi bagian dari jaringan perbudakan siber yang memperdagangkan manusia untuk dijadikan pekerja paksa di pusat-pusat penipuan lintas batas.

Sumber: MSN, The Hans India, 12 Juni 2026

Post a Comment

0 Comments