Pemimpin Sindikat Penipuan Berbasis Kamboja Ditangkap di Thailand: Yusuke Sasaki Dideportasi ke Jepang

Penangkapan sindikat penipuan di Thailand

Pemimpin Sindikat Penipuan Berbasis Kamboja Ditangkap di Thailand: Yusuke Sasaki Dideportasi ke Jepang

BANGKOKYusuke Sasaki, seorang warga negara Jepang yang diduga merupakan pemimpin sindikat penipuan berbasis di Kamboja, telah ditangkap oleh kepolisian Prefektur Aichi setelah dideportasi dari Thailand, di mana ia sebelumnya ditahan oleh otoritas setempat.

Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya internasional yang semakin intensif untuk memberantas jaringan penipuan transnasional yang beroperasi di Asia Tenggara. Sasaki ditangkap di Thailand dan langsung dideportasi ke Jepang pada hari yang sama, Kamis (17/6/2026), sebelum segera ditahan oleh kepolisian Prefektur Aichi.

Jaringan Penipuan Yakuza di Thailand

Penangkapan Sasaki tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, pada 9 Juni 2026, seorang warga negara Jepang berusia 31 tahun telah ditahan di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok atas dugaan keterlibatannya dalam jaringan penipuan call-center transnasional yang dikaitkan dengan organisasi Yakuza.

Polisi Thailand mengungkap bahwa jaringan ini beroperasi dengan memanfaatkan call-center yang bermarkas di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Kamboja, Myanmar, dan Laos, untuk menargetkan korban di Jepang dan negara-negara lain di Asia Timur. Modus operandi mereka meliputi penipuan investasi, penipuan romansa, dan penipuan kripto.

Pengungkapan Skala Penipuan

Kasus ini menunjukkan semakin kuatnya keterlibatan kelompok kriminal terorganisir Jepang dalam industri penipuan lintas batas di Asia Tenggara. Para tersangka menggunakan identitas palsu dan jaringan perantara untuk menyembunyikan lokasi operasional mereka, sering kali berpindah-pindah antara Thailand, Kamboja, dan Myanmar untuk menghindari penangkapan.

Otoritas Jepang dan Thailand telah meningkatkan kerja sama dalam memberantas kejahatan transnasional ini, termasuk pertukaran intelijen dan koordinasi deportasi tersangka.

Sumber: The Japan Times, The Star Malaysia, 17 Juni 2026

Post a Comment

0 Comments