Safari Politik Jokowi Dimulai dari Lampung: Isu Gibran 2029 dan Poros Oposisi Mengemuka

Safari Politik Jokowi

JAKARTA — Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memulai safari politik nasionalnya setelah pulih dari sakit. Yang mengejutkan, lokasi pertama yang dipilih bukanlah Jawa Tengah—basis tradisionalnya—atau Jakarta, melainkan Lampung, provinsi di ujung selatan Sumatera.

Mengapa Lampung?

Pemilihan Lampung sebagai titik awal safari politik Jokowi memicu spekulasi luas di kalangan pengamat politik. Menurut sumber internal yang dekat dengan lingkungan Jokowi, alasan utama pemilihan Lampung adalah "kebutuhan mendesak" untuk merespons dinamika politik lokal yang sedang memanas menjelang Pilkada 2027 dan Pemilu 2029.

"Jokowi melihat Lampung sebagai kunci untuk membangun poros politik baru di luar Jawa," ujar seorang sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya. "Ada potensi besar untuk mengonsolidasikan dukungan di Sumatera."

Isu Gibran 2029 dan Poros Oposisi

Safari politik ini juga dikaitkan dengan upaya untuk mendongkrak posisi putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, dalam kontestasi politik 2029. Para relawan Jokowi akhirnya buka suara soal kemungkinan pencalonan Gibran di tingkat nasional.

Di sisi lain, muncul wacana tentang pembentukan poros oposisi yang melibatkan tokoh-tokoh yang tidak puas dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Jokowi didorong untuk menjadi figur penyatu dalam koalisi alternatif ini.

Respons dari Partai Politik

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), partai yang selama ini menjadi kendaraan politik Jokowi, memberikan respons dingin terhadap safari politik ini. Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa partainya fokus pada konsolidasi internal dan tidak terpengaruh oleh manuver politik individu.

Sementara itu, Partai Gerindra sebagai partai pengusung Presiden Prabowo menyikapi safari Jokowi dengan hati-hati. "Kami menghormati hak setiap warga negara untuk berpolitik," ujar juru bicara Partai Gerindra. "Namun fokus utama kami adalah mendukung program-program pemerintah."

Para pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai bahwa safari politik Jokowi merupakan manuver yang cerdas untuk tetap relevan dalam lanskap politik Indonesia pasca-kepresidenan. "Jokowi masih memiliki basis massa yang sangat kuat, terutama di kalangan menengah bawah," kata peneliti politik Firman Noor. "Safari ini adalah cara untuk menjaga mesin politik tetap hidup."

Post a Comment

0 Comments