
China Perketat Ekspor Tanah Jarang ke Jepang: Dua Warga Jepang Ditahan, Rantai Pasok Terancam
Ketegangan diplomatik antara China dan Jepang memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Beijing dilaporkan telah memutus akses Jepang terhadap beberapa jenis tanah jarang (rare earths) dan material penting lainnya setidaknya selama empat bulan terakhir, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada 22 Mei 2026.
Penahanan Warga Jepang di China Timur Laut
Situasi semakin memburuk dengan ditahannya dua warga negara Jepang di timur laut China terkait dengan pembatasan ekspor tanah jarang. Penahanan ini, sebagaimana dilaporkan oleh IBTimes Singapore dan UPI, memperbarui perhatian terhadap pembatasan ekspor Beijing yang menargetkan Jepang — sebuah sengketa yang berakar pada ketegangan terkait Taiwan dan rantai pasok mineral kritis.
Kementerian Luar Negeri China, yang dipimpin oleh juru bicara Mao Ning, sebelumnya telah memperingatkan bahwa perluasan pembicaraan pencegahan nuklir antara AS, Korea Selatan, dan Jepang dapat meningkatkan risiko proliferasi dan konflik.
Dampak pada Industri Manufaktur Jepang
Menurut data yang dilaporkan oleh UPI, ekspor magnet tanah jarang dari China ke Jepang anjlok tajam pada Mei 2026, mengancam rantai pasok manufaktur di Jepang dan berpotensi menyebar ke Korea Selatan. Tanah jarang merupakan komponen kritis dalam produksi elektronik, kendaraan listrik, dan sistem pertahanan.
Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga perusahaan Jepang memperkirakan ekonomi akan terdampak oleh hubungan yang memburuk dengan China, dengan hampir setengahnya melaporkan atau mengantisipasi dampak bisnis langsung.
Diplomasi yang Membeku
Hubungan China-Jepang memasuki fase pembekuan diplomatik sejak musim gugur 2025. Meskipun demikian, The Diplomat melaporkan bahwa China telah membuka kembali saluran bisnis dengan Jepang — seorang anggota parlemen dari partai berkuasa Jepang telah mengadakan pembicaraan formal dengan pejabat senior pemerintah China untuk pertama kalinya sejak krisis dimulai.
Amerika Serikat melalui Nikkei juga dilaporkan telah mendesak China untuk mencabut larangan ekspor tanah jarang terhadap Jepang, menunjukkan bahwa sengketa ini memiliki implikasi geopolitik yang luas.
0 Comments