Singapore Police Force Manfaatkan Teknologi Canggih untuk Investigasi Kriminal
SINGAPURA — Kepolisian Singapura (Singapore Police Force) kini memanfaatkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), unmanned aerial vehicles (UAV), dan scanner 3D untuk membantu spesialis forensik dan investigator menyelesaikan kasus-kasus kompleks.
Para petugas juga menggunakan alat-alat ini untuk menangkap informasi spasial yang presisi guna menciptakan replika digital TKP, sebagaimana dilaporkan The Star pada 10 Juni 2026.
Scanner 3D Kurangi Waktu Investigasi Hingga 75 Persen
Deputy Superintendent of Police Tan Boon Kok, petugas yang memimpin Special Investigation Section di Criminal Investigation Department (CID), mengungkapkan bahwa dengan scanner 3D, investigator hanya membutuhkan seperempat waktu yang sebelumnya diperlukan untuk merekonstruksi TKP.
"Dengan teknologi scanning 3D saat ini, kami dapat menghasilkan digital twin dari TKP, yang memungkinkan kami mengunjungi ulang lokasi kapan saja untuk melakukan pengukuran tambahan," ujarnya.
Studi Kasus: TKP Tanah Merah Ferry Terminal
Tan Boon Kok menceritakan pengalamannya saat menangani kasus kematian mencurigakan pada 25 November 2016 di Tanah Merah Ferry Terminal. Tubuh seorang wanita ditemukan di saluran drainase. Polisi menghabiskan lebih dari tujuh jam memproses TKP, termasuk dua jam untuk memotret dan mengukur secara hati-hati guna membuat sketsa yang bisa dirujuk.
Kasus tersebut akhirnya terpecahkan — seorang pembersih berusia 54 tahun menjadi tersangka utama.
Sistem Pelatihan Mixed Reality
Pada 8 Juni 2026, kepolisian menggelar demonstrasi media tentang penggunaan alat-alat ini. Salah satu inovasi yang dipamerkan adalah Mixed Reality Training System, yang dikembangkan bersama Home Team Science and Technology Agency (HTX). Dalam sistem ini, trainee mengenakan kacamata mixed reality yang memadukan bukti virtual seperti senjata dengan pengaturan dunia nyata seperti TKP untuk menganalisis pola noda darah.
Scanner 3D juga digunakan untuk kecelakaan lalu lintas agar lalu lintas dapat kembali normal dengan cepat sambil melestarikan TKP secara virtual untuk investigasi.
Sumber: The Star Malaysia, Straits Times
0 Comments