Polisi Keamanan Nasional Hong Kong Tangkap Pemilik Toko Buku Hunter Bookstore atas Tuduhan Hasutan

Toko buku independen Hong Kong

Polisi keamanan nasional Hong Kong pada Rabu, 25 Juni 2026, menangkap dua pemilik Hunter Bookstore, salah satu toko buku independen terakhir yang tersisa di kota tersebut, atas tuduhan melakukan tindakan dengan niat menghasut.

Leticia Wong dan Pasangan Bisnisnya Ditahan

Dua tersangka yang ditangkap adalah Leticia Wong, mantan anggota dewan distrik Hong Kong, dan pasangan bisnisnya yang merupakan pria lokal. Keduanya dituduh menampilkan dan menjual publikasi yang dianggap "menghasut" serta terkait dengan pelanggaran undang-undang keamanan nasional.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), keduanya telah dibebaskan dengan jaminan setelah diperiksa. Tuduhan tambahan juga mencakup dugaan pencucian uang yang terkait dengan operasional toko buku tersebut.

Ancaman Hukuman 14 Tahun Penjara

Jika terbukti bersalah berdasarkan undang-undang hasutan Hong Kong, Leticia Wong dan pasangannya menghadapi ancaman hukuman hingga 14 tahun penjara. Kasus ini merupakan bagian dari gelombang penumpasan terbaru terhadap kebebasan berbicara di Hong Kong yang telah meningkat sejak penerapan Undang-Undang Keamanan Nasional pada tahun 2020.

Pemerintah Hong Kong tidak mengidentifikasi secara resmi nama toko buku atau individu yang terlibat dalam pernyataan publik mereka, tetapi sumber penegak hukum mengkonfirmasi identitas keduanya kepada media lokal.

Dampak pada Kebebasan Pers dan Berbicara

Penangkapan ini menambah daftar panjang tindakan keras terhadap ruang publik dan kebebasan berekspresi di Hong Kong. Hunter Bookstore dikenal sebagai salah satu dari sedikit toko buku independen yang masih bertahan menjual literatur dengan perspektif beragam setelah banyak toko buku serupa tutup atau dibredel dalam beberapa tahun terakhir.

Organisasi hak asasi manusia internasional telah berulang kali mengkritik penurunan kebebasan pers dan berbicara di Hong Kong, menyebut penangkapan terhadap aktivis, jurnalis, dan pemilik toko buku sebagai bagian dari pola sistematis untuk membungkam suara kritis di kota tersebut.

Post a Comment

0 Comments