Penembakan di SMA Tacloban Filipina: 3 Siswa Tewas, Debat Usia Tanggung Jawab Pidana Memanas

Penembakan sekolah di Filipina

Insiden penembakan langka di sekolah menengah Filipina telah menewaskan 3 siswa dan melukai 20 lainnya, memicu perdebatan nasional tentang kecukupan hukum pidana terhadap pelaku remaja di negara tersebut.

Kronologi Insiden di San Jose National High School

Penembakan terjadi pada Senin, 23 Juni 2026 di San Jose National High School, Kota Tacloban, Provinsi Leyte, Filipina tengah. Dua tersangka yang merupakan siswa laki-laki berusia 14 dan 15 tahun telah diamankan oleh pihak berwenang dan kini ditangani oleh otoritas kesejahteraan sosial pemerintah.

Korban tewas yang terdiri dari dua siswi dan satu siswa juga masih di bawah umur. Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini, sementara anggota parlemen mendesak tinjauan luas terhadap keamanan sekolah, regulasi senjata api, dan celah dalam sistem pendidikan.

Debat Usia Tanggung Jawab Pidana

Insiden ini kembali memicu diskusi tentang usia minimum tanggung jawab pidana di Filipina. Media sosial langsung dipenuhi argumen tentang hukum yang berlaku, dengan sebagian pihak menganggapnya terlalu lunak terhadap pelaku muda.

Di bawah Undang-Undang Republik No. 9344 tahun 2006, anak berusia 15 tahun ke bawah yang melakukan tindak pidana dibebaskan dari tanggung jawab kriminal tetapi tunduk pada program intervensi. Tersangka berusia di atas 15 tetapi di bawah 18 tahun juga dapat dibebaskan, tetapi otoritas dapat menahan mereka jika terbukti sadar akan pelanggaran dan konsekuensinya.

Kekhawatiran Polisi Tacloban

Polisi Tacloban kepada media lokal mengungkap rumor bahwa kedua tersangka telah merencanakan cara menyelundupkan senjata api ke sekolah dan diduga mengetahui hukum yang berlaku tentang pelaku muda. Seorang pejabat lokal menyatakan, "Ini mengkhawatirkan karena sepertinya mereka tahu banyak. Mereka sudah mempelajarinya. Mereka sudah membaca hukumnya."

Desakan untuk memperketat pertanggungjawaban anak semakin populer setelah mantan Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya memimpin kampanye selama masa pemerintahannya untuk menurunkan usia tanggung jawab pidana dari 15 menjadi 12 tahun.

Post a Comment

0 Comments