Pemilik Mobil Plat Singapura Tertangkap Isi BBM Subsidi RON95 di Johor: Warga Malaysia Kecam Keras

Stasiun pengisian bahan bakar di Malaysia

Pemilik Mobil Plat Singapura Tertangkap Isi BBM Subsidi RON95 di Johor

JOHOR BAHRU — Seorang pria Malaysia yang mengendarai mobil berpelat nomor Singapura menjadi sorotan publik setelah foto yang menunjukkan dirinya mengisi bensin subsidi RON95 di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Johor menyebar luas di media sosial pada akhir Mei 2026.

Insiden ini memicu gelombang kecaman dari warga Malaysia yang merasa subsidi BBM mereka dimanfaatkan oleh pengendara asing. Harga RON95 di Malaysia disubsidi oleh pemerintah dan dijual sekitar RM 2.05 per liter, jauh lebih murah dibandingkan harga bensin di Singapura yang mencapai SGD 2.80 per liter (sekitar RM 9.50).

Pemilik Mobil Bantah dan Tawarkan Bayar Selisih

Pemilik mobil yang teridentifikasi sebagai warga Malaysia tersebut membantah tuduhan bahwa ia sengaja memanfaatkan subsidi secara ilegal. Dalam pernyataannya yang dilansir AsiaOne, ia menjelaskan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Singapura karena alasan pekerjaan, namun ia tetap merupakan warga negara Malaysia dan berhak atas subsidi.

"Saya sudah menawarkan untuk membayar selisih harga kepada pihak stasiun POM, tapi mereka menolak," klaimnya. Pernyataan ini ditanggapi skeptis oleh netizen, yang menilai bahwa kepemilikan mobil berpelat Singapura sudah menjadi indikasi bahwa pemiliknya memiliki penghasilan dan akses ke pasar Singapura.

Respons Pemerintah Malaysia dan Aturan BBM Bersubsidi

Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup (KPDN) melalui Menteri Armida Mohamad Ali telah menginstruksikan Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan pihak Petronas untuk meningkatkan pengawasan di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar di kawasan perbatasan, terutama di Johor Bahru, Batu Pahat, dan Pasir Gudang.

Pemerintah Malaysia saat ini mengalokasikan anggaran subsidi BBM sebesar lebih dari RM 10 miliar per tahun. Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebelumnya telah menegaskan bahwa subsidi hanya diperuntukkan bagi warga Malaysia yang memenuhi syarat, dan penyalahgunaan subsidi merupakan pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi.

Kasus ini menambah daftar kontroversi penggunaan BBM subsidi di Malaysia, termasuk temuan KPDN pada awal 2026 bahwa ribuan kendaraan asing secara ilegal mengisi BBM subsidi di negara bagian Kedah, Perlis, dan Johor.

Sumber: AsiaOne, KPDN Malaysia, Petronas, Mei 2026

Post a Comment

0 Comments