
Era Baru Diplomasi Jepang-Korea: PM Takaichi dan Presiden Lee Perkuat Kerja Sama
ANDONG, KOREA SELATAN — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melakukan kunjungan resmi ke Korea Selatan pada 19-20 Mei 2026, di mana ia bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di kota asal Lee, Andong. Kunjungan ini menandai pertemuan puncak timbal balik pertama sejak kedua pemimpin bertemu di Nara, kota asal Takaichi, pada Januari 2026.
Diplomasi Shuttle yang Mengakar
Menurut analisis The Diplomat, pertemuan di Andong memperkuat sinyal bahwa diplomasi shuttle — praktik kunjungan bergantian antara kedua negara — telah mulai mengakar dalam hubungan bilateral Jepang-Korea. Ini merupakan perkembangan signifikan mengingat sejarah panjang ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Presiden Lee Jae-myung dan PM Takaichi Sanae, meskipun berasal dari spektrum politik yang berbeda, menunjukkan komitmen untuk membangun kemitraan yang lebih dalam. Christian Science Monitor menyebut hubungan ini sebagai "persahabatan yang tidak terduga" yang berpotensi membuka era baru kerja sama regional.
Isu yang Dibahas
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis:
- Keamanan regional — respons terhadap ancaman Korea Utara di bawah Kim Jong Un
- Kerja sama ekonomi — perdagangan bilateral dan investasi teknologi
- Isu sejarah — upaya rekonsiliasi terkait masa pendudukan Jepang di Korea
- Keamanan siber — kerjasama menghadapi ancaman digital dari aktor negara
Kedua negara sepakat untuk melanjutkan momentum positif ini melalui pertemuan rutin dan dialogue tingkat tinggi antara Kementerian Luar Negeri Jepang (Gaimusho) dan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Sumber: The Diplomat, Christian Science Monitor — 23 Mei 2026
0 Comments