
Pekerja Minimarket di Penang Diamuk Parang dalam Perampokan Brutal: Pelaku Kabur Menggunakan Mobil Plat Singapura
PENANG, DiaryAsia — Seorang pekerja minimarket berusia 27 tahun mengalami luka parah setelah diserang dengan parang oleh sekelompok perampok dalam insiden brutal di Taman Bistari, Georgetown, Penang, pada 4 Juni 2026. Seluruh kejadian terekam oleh kamera CCTV dan menjadi viral di media sosial Malaysia.
Dalam rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat tiga pria bertopeng masuk ke minimarket tersebut dan langsung menyerang korban dengan parang. Korban mengalami luka tebas di bagian lengan dan kepala sebelum para pelaku mengambil uang tunai dari mesin kasir dan melarikan diri.
Pelaku Kabur dengan Mobil Plat Singapura
Yang membuat kasus ini menarik perhatian adalah kendaraan yang digunakan pelaku. Menurut Kepala Kepolisian Daerah Timur Laut Penang, Asisten Komisioner Soffian Santong, para pelaku melarikan diri menggunakan sebuah mobil sedan dengan pelat nomor Singapura. "Kami sedang berkoordinasi dengan Traffic Police Singapore untuk melacak kepemilikan kendaraan tersebut," ujarnya dalam konferensi pers.
Korban, yang diidentifikasi sebagai Muhammad Afiq bin Roslan, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Georgetown dan dilaporkan dalam kondisi stabil meski memerlukan operasi pada lengan kanannya. Atasan korban di minimarket tersebut menyatakan bahwa Afiq adalah karyawan teladan yang sudah bekerja selama tiga tahun.
Peningkatan Kejahatan di Penang
Insiden ini menambah daftar panjang kasus perampokan violent di Penang sepanjang 2026. Data Biro Statistik Kriminal Malaysia (JSJ) mencatat peningkatan 18% kasus perampokan bersenjata di negara bagian tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Anggota Parlemen Tanjung, Lim Guan Eng, mengkritik pemerintah negara bagian atas kegagalan menjaga keamanan. "Ini bukan insiden pertama. Warga Penang berhak merasa aman di tempat kerja mereka. Pemerintah harus bertindak, bukan hanya berjanji," tegasnya.
Kepolisian Penang telah membentuk tim khusus dan menawarkan hadiah sebesar RM50.000 untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku. Masyarakat yang memiliki informasi diminta menghubungi hotline Kepolisian Penang.
Sumber: AsiaOne, The Star Malaysia, CCTV footage
0 Comments