Tren Mengkhawatirkan: Pelaku Upskirting Berusia Lebih Muda
TOKYO — Kejahatan upskirting atau pengambilan foto diam-diam dari bawah rok telah lama menjadi masalah serius di Jepang. Namun, sebuah tren baru yang mengkhawatirkan kini muncul: semakin banyak pelaku yang masih berusia di bawah umur, sebagaimana dilaporkan CNN pada 22 Juni 2026.
Fenomena yang Terus Berlanjut
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan selama bertahun-tahun untuk memberantas kejahatan ini, upskirting tetap menjadi salah satu pelanggaran seksual yang paling umum di Jepang. Data dari Badan Kepolisian Nasional Jepang (National Police Agency/NPA) menunjukkan bahwa ribuan kasus dilaporkan setiap tahunnya di seluruh negeri, dengan Tokyo, Osaka, dan Kanagawa menjadi wilayah dengan angka kejadian tertinggi.
Yang membedakan tren saat ini adalah pergeseran demografi pelaku. Detektif Hiroshi Yamada dari Divisi Keamanan Publik Kepolisian Metropolitan Tokyo mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, proporsi pelaku di bawah usia 18 tahun meningkat secara signifikan. "Ini bukan lagi masalah yang hanya melibatkan orang dewasa. Kita melihat peningkatan yang sangat mencolok pada pelaku remaja," katanya.
Tanggapan Pemerintah dan Masyarakat
Kementerian Pendidikan Jepang (MEXT) telah merespons dengan meluncurkan program edukasi di sekolah-sekolah menengah mengenai konsekuensi hukum dari kejahatan ini. Program tersebut mencakup sosialisasi tentang revisi undang-undang anti-peeping yang berlaku sejak 2023.
Sementara itu, Asosiasi Korban Kejahatan Seksual Jepang mendesak pemerintah untuk menerapkan hukuman yang lebih tegas, termasuk pendaftaran wajib bagi pelaku yang telah dihukum. Ketua asosiasi, Yuki Tanaka, menyatakan bahwa "hukuman yang ringan tidak memberikan efek jera, terutama bagi pelaku muda yang mungkin menganggap ini sebagai perbuatan sepele."
Beberapa perusahaan kereta api di Jepang, termasuk JR East dan Keio Corporation, juga telah meningkatkan penggunaan kamera pengintai dan petugas keamanan di stasiun-stasiun ramai sebagai langkah pencegahan tambahan.
Sumber: CNN, Badan Kepolisian Nasional Jepang, MEXT
0 Comments