
FBI Tingkatkan Operasi Gabungan dengan Asia Tenggara untuk Bongkar Sindikat Scam Internasional
Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat meningkatkan upaya kerja sama dengan penegak hukum Asia Tenggara untuk memerangi sindikat kriminal yang mengoperasikan pusat-pusat penipuan daring (scam centers) berskala industri di kawasan tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman kejahatan siber yang menargetkan warga AS dan global.
Operasi Gabungan di Kamboja dan Myanmar
Menurut laporan Bernama pada Juni 2026, FBI telah meningkatkan koordinasi dengan lembaga penegak hukum di Kamboja, Myanmar, Thailand, dan negara-negara ASEAN lainnya. Operasi gabungan ini mencakup penggerebekan fisik terhadap pusat-pusat scam dan pelacakan keuangan untuk memutus aliran dana sindikat kriminal.
Pada Maret 2026, polisi Kamboja berhasil menyita komputer dan stasiun kerja dalam penggerebesan terhadap operasi penipuan daring di sebuah hotel di Phnom Penh, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.
Ancaman AI dalam Kejahatan Siber
TechRepublic melaporkan bahwa pusat-pusat scam di Asia Tenggara kini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengotomasi operasi penipuan, termasuk malware, pencurian kredensial, dan penggunaan akun "bagal" (mule accounts). Penggunaan AI ini meningkatkan risiko keamanan siber secara signifikan bagi organisasi di kawasan Asia Pasifik.
Laporan INTERPOL terbaru menunjukkan bahwa kejahatan siber kini mencapai 30 persen dari total kejahatan yang tercatat di negara-negara Asia Pasifik yang disurvei, dengan phishing menjadi bentuk kejahatan siber yang paling merusak.
Krisis Kemanusiaan yang Mengikutinya
Penindakan terhadap pusat-pusat scam telah menciptakan krisis kemanusiaan tersendiri. NPR melaporkan bahwa ribuan pekerja asing yang diperdagangkan ke pusat-pusat scam kini terdampar di jalanan Phnom Penh setelah operasi penindakan. Amnesty International mendesak agar penegakan hukum disertai dengan perlindungan korban yang memadai.
Kongres AS melalui panel khusus juga memperingatkan bahwa perjudian ilegal memicu jaringan penipuan di seluruh Asia Tenggara yang menargetkan warga Amerika, menunjukkan bahwa ancaman ini bersifat lintas batas dan memerlukan respons terkoordinasi.
0 Comments