Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga di Luar Jadwal untuk Selamatkan Rupiah yang Terus Melemah

Mata uang Rupiah Indonesia

Bank Indonesia Terobos Konvensi: Suku Bunga Naik untuk Stabilkan Rupiah

JAKARTA, 9 Juni 2026 — Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Selasa (9/6/2026), dalam langkah langka di luar jadwal pertemuan dewan gubernur. Keputusan ini diambil untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh serangkaian rekor terendah terhadap Dolar Amerika Serikat.

Rupiah di Ambang Rekor Terendah

Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menembus level Rp16.800 per Dolar AS, level terlemah yang pernah tercatat. Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam telekonferensi dengan investor internasional, menegaskan bahwa kenaikan suku bunga ini merupakan "tindakan pre-emptive" untuk menjaga inflasi dalam kisaran target pemerintah sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.

"Kami berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memastikan pasar keuangan berfungsi dengan baik. Langkah ini didukung oleh koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," jelas Perry Warjiyo.

Investor Waspadai Gangguan Ekonomi Global

Pelemahan rupiah ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong aliran modal keluar dari pasar emerging, serta kebijakan Federal Reserve AS yang mempertahankan suku bunga tinggi. Bloomberg melaporkan bahwa BI juga memperketat pengawasan terhadap bank-bank Wall Street dalam perdagangan valas di Indonesia.

Ekonom dari Forbes, William Pesek, dalam analisisnya membandingkan situasi saat ini dengan krisis ekonomi Asia 1997. "Investor yang mengenal Indonesia tahu bahwa ketika negara ini menjadi berita utama, berita itu jarang baik," tulis Pesek.

Kendati demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa langkah BI akan meredam tekanan pasar. "Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, dan langkah BI menunjukkan kesiapan kami untuk bertindak tegas," ujarnya.

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNBC, Forbes

Post a Comment

0 Comments