304 Kasus Kejahatan Pemilu Diselidiki Polisi Seoul, Delapan Kasus AI Terdeteksi

Polisi Seoul investigasi pemilu

304 Kasus Kejahatan Pemilu Diselidiki Polisi Seoul, Delapan Kasus AI Terdeteksi

SEOUL — Kepolisian Metropolitan Seoul mengungkap bahwa mereka sedang menyelidiki 304 kasus kejahatan pemilu terkait pemilihan lokal Korea Selatan yang berlangsung pada 3 Juni 2026. Tiga tersangka telah ditangkap atas tuduhan menyerang pekerja kampanye, ungkap pejabat kepolisian pada hari Senin.

322 Laporan Diterima, 304 Diselidiki

Komisioner Kepolisian Metropolitan Seoul, Park Jung-bo, dalam konferensi pers rutin menyatakan bahwa kepolisian menerima total 322 kasus terkait pemilihan lokal dan sedang menyelidiki 304 di antaranya. Park mengatakan jumlah dan jenis pelanggaran yang dilaporkan secara umum serupa dengan yang terlihat selama pemilihan lokal sebelumnya.

Investigasi ini mencakup pemantauan ketat di lokasi penyimpanan kotak suara di Gwacheon, Korea Selatan, di mana layar CCTV dipasang untuk mengawasi proses penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Nasional.

Kasus Kecerdasan Buatan Pertama dalam Pemilu Korea

Yang menarik perhatian publik adalah adanya delapan kasus terkait kecerdasan buatan (AI) yang sedang diselidiki. Revisi terhadap Undang-Undang Pemilihan Pejabat Publik baru-baru ini menambahkan ketentuan baru terkait AI, dan kepolisian telah memperkuat persiapan karena kekhawatiran bahwa kejahatan pemilu berbasis AI dapat meningkat.

Park Jung-bo menegaskan bahwa sejauh ini kejahatan AI belum terjadi pada tingkat yang menimbulkan kekhawatiran serius dan tidak ada jenis kasus baru yang tidak terduga. Namun, kepolisian tetap waspada dan akan mempertahankan perlindungan kandidat serta memperkuat keamanan di tempat pemungutan suara dan pusat penghitungan suara.

Perlindungan Kandidat dan Keamanan Hari Pemungutan

Menanggapi permintaan calon walikota Seoul, Oh Se-hoon, untuk menangguhkan perlindungan polisi agar dapat berkomunikasi lebih langsung dengan pemilih, Park menyatakan bahwa detail perlindungan formal Oh telah dicabut, tetapi polisi tetap akan memberikan dukungan keselamatan pribadi selama acara kampanye. Pada hari pemungutan suara, kepolisian akan mengeluarkan peringatan darurat tingkat tertinggi di seluruh negeri.

Sumber: UPI, Yonhap News Agency

Post a Comment

0 Comments