Tembakan Misterius di Gedung Senat Filipina: Panik Saat Upaya Penangkapan Senator Bato Dela Rosa

Ruang Sidang Senat Filipina

Insiden Tembakan Mengguncang Kompleks Senat Filipina di Manila

MANILA — Belasan tembakan terdengar di dalam gedung Senat Filipina pada Rabu malam (13/5), memicu kepanikan massal di gedung parlemen tempat Senator Ronald "Bato" Dela Rosa berlindung dari upaya penangkapan oleh International Criminal Court (ICC).

Senator "Bato" Dela Rosa Buronan ICC

Mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina (PNP) tersebut menjadi buronan ICC atas perannya dalam dugaan kejahatan kemanusiaan terkait kampanye perang narkoba berdarah pada masa pemerintahan mantan Presiden Rodrigo Duterte. Dela Rosa, yang berjuluk "Bato" (batu dalam bahasa Tagalog), telah bersembunyi di kompleks Senat sejak Senin setelah lolos dari kejaran agen National Bureau of Investigation (NBI) dalam pengejaran berkecepatan tinggi di lorong-lorong gedung.

Surat perintah penangkapan ICC tanggal 6 November 2025 menyebutkan adanya "alasan yang masuk akal" bahwa Dela Rosa telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan. Duterte sendiri saat ini menunggu persidangan di Den Haag untuk tuduhan serupa.

Presiden Marcos Bantah Keterlibatan Pemerintah

Presiden Ferdinand Marcos Jr. langsung merilis pernyataan melalui akun Facebook-nya: "Bukan pemerintah yang melakukan ini. Tidak ada instruksi untuk menangkap Senator Bato." Marcos memerintahkan agen NBI untuk meninggalkan area Senat setelah Mahkamah Agung memberikan waktu 72 jam kepada responden untuk memberikan komentar atas permohonan perintah penahanan Dela Rosa.

Sekretariat Senat Alan Peter Cayetano mengumumkan dalam video Facebook: "Ini adalah Senat Filipina. Kami diduga sedang diserang. Sersan di persenjataan telah mengonfirmasi ada tembakan di sini." Jonvic Remulla, Menteri Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah, mengatakan pemerintah belum memverifikasi identitas pelaku.

Status Siaga Nasional

Kepolisian Nasional Filipina menaikkan status siaga ke level tertinggi dan mengerahkan sekitar 1.500 personel untuk mengamankan perimeter Senat. Insiden ini memperdalam perpecahan politik antara Marcos dan mantan sekutunya, Wakil Presiden Sara Duterte, putri Rodrigo Duterte.

Sumber: Reuters, Bloomberg, AFP, Philippine Star

Post a Comment

0 Comments