
Ledakan Senjata Sisa Perang Dunia II Guncang Kampung Nelayan di Papua
JAKARTA — Sebuah cangkang peluru yang diduga merupakan sisa Perang Dunia II meledak di bawah sebuah rumah panggung di kampung nelayan Papua bagian timur, menewaskan lima orang dan melukai hampir 20 warga lainnya pada hari Minggu (1/6). Ledakan dahsyat itu juga menghancurkan sembilan rumah di sekitarnya.
Kronologi Ledakan dan Pencarian Korban
Menurut Kapolres Papua, Cahyo Sukarnito, ledakan terjadi pada Minggu sore dan menimbulkan bola api besar diikuti kolom asap tebal, sebagaimana terekam dalam siaran Kompas TV. Hingga saat ini, tiga orang masih dinyatakan hilang, meskipun beberapa bagian tubuh telah ditemukan namun belum dapat diidentifikasi.
"Sumber ledakan sangat diduga berasal dari bom atau mortir yang tertinggal sejak Perang Dunia II," kata Cahyo Sukarnito kepada AFP. Sebanyak 19 orang telah mendapatkan perawatan untuk luka ringan. "Kami akan memberikan update lebih lanjut setelah pencarian korban dan investigasi selesai," tambahnya.
Sejarah Medan Pertempuran di Indonesia
Indonesia merupakan zona pertempuran utama selama Perang Dunia II ketika pasukan Jepang menduduki apa yang saat itu bernama Hindia Belanda, dan pasukan Sekutu bertempur untuk merebut kembali kontrol wilayah tersebut. Puluhan ribu ton amunisi dan persenjataan masih tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga saat ini.
Insiden ini mengingatkan pada tragedi serupa tahun lalu di Jawa Barat, di mana sembilan warga sipil termasuk 13 orang tewas ketika ledakan terjadi saat tentara Indonesia mencoba membuang amunisi yang ditolak dengan meledakkannya di dalam lubang.
Respon Pemerintah dan Bantuan
Pemerintah daerah Papua telah mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan untuk mencari korban yang masih hilang. Warga sekitar juga telah dievakuasi dari area yang terdampak. Insiden ini kembali menyoroti bahaya sisa-sisa amunisi perang yang masih tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di kawasan timur yang pernah menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Jepang dan Sekutu.
Sumber: AFP, Kompas TV, Polisi Papua
0 Comments