MAS Singapore Gandeng Bank dan Kepolisian: Revolusi AI untuk Perangi Kejahatan Finansial
SINGAPORE — Otoritas Moneter Singapore (MAS) pada Senin, 5 Mei 2026, mengumumkan kerja sama strategis dengan industri perbankan, Government Technology Agency (GovTech Singapore), dan Singapore Police Force untuk memperkuat deteksi kejahatan finansial menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pembelajaran mesin (machine learning).
Sistem AI Deteksi Transaksi Mencurigakan
Inisiatif ini mengembangkan platform berbasis AI yang mampu menganalisis jutaan transaksi keuangan secara real-time dan mengidentifikasi pola yang mengindikasikan pencucian uang, penipuan, atau pendanaan aktivitas ilegal. Sistem ini akan diuji coba terlebih dahulu di lima bank terbesar Singapore, yaitu DBS Bank, OCBC Bank, UOB (United Overseas Bank), Citibank Singapore, dan Standard Chartered Singapore.
Managing Director MAS, Ravi Menon, menyatakan bahwa teknologi AI ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat deteksi transaksi mencurigakan hingga 40 persen lebih tinggi dibandingkan sistem berbasis aturan konvensional yang saat ini digunakan.
Kerja Sama Lintas Lembaga
Platform ini juga akan terintegrasi dengan Commercial Affairs Department (CAD) dan Financial Intelligence Unit (FIU) Singapore, memungkinkan pertukaran data dan intelijen secara lebih efisien. Kepala CAD, Asisten Komisaris Ng Joo Hee, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah transformatif dalam memerangi sindikat kejahatan keuangan yang semakin canggih.
Sementara itu, Asosiasi Perbankan Singapore (ABS) menyambut baik inisiatif ini, namun mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan privasi nasabah sesuai dengan Personal Data Protection Act (PDPA) Singapore.
Sumber: The Star, Monetary Authority of Singapore, Reuters — Mei 2026
0 Comments