Jepang Sambutan Presiden Marcos dalam Kunjungan Kenegaraan: Penjualan Senjata dan Kerahanan Hadapi Ketegangan Laut China Selatan

Pertahanan Jepang-Filipina di Laut China Selatan

Jepang Sambutan Presiden Marcos Jr.: Kunjungan Kenegaraan dengan Fokus Pertahanan

TOKYO — Pemerintah Jepang memberikan sambutan luar biasa kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dalam kunjungan kenegaraan empat hari yang berlangsung pada akhir Mei 2026. Kunjungan ini menandai peningkatan signifikan dalam hubungan pertahanan bilateral di tengah ketegangan yang terus meningkat di Laut China Selatan.

Pakta Pertahanan dan Penjualan Senjata

Dalam serangkaian pertemuan bilateral, PM Sanae Takaichi dan Presiden Marcos Jr. membahas rencana penjualan peralatan pertahanan Jepang, termasuk sistem radar pantai dan kapal patroli kelas Japan Coast Guard. Kedua negara juga menandatangani Reciprocal Access Agreement (RAA) yang memungkinkan latihan militer bersama dan akses fasilitas militer masing-masing negara.

Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan ditujukan untuk mengonfrontasi negara mana pun, namun bertujuan memperkuat stabilitas keamanan regional. Sementara itu, Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. menyatakan bahwa kerja sama dengan Jepang merupakan pilar penting dalam modernisasi kekuatan pertahanan Armed Forces of the Philippines (AFP).

Konteks Geopolitik Laut China Selatan

Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas Coast Guard China dan milisi maritim di perairan Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal, yang diklaim oleh Filipina berdasarkan putusan Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) tahun 2016. Kementerian Luar Negeri Filipina melaporkan setidaknya 17 insiden konfrontasi dengan kapal China dalam enam bulan pertama 2026.

Peneliti dari Lowy Institute, Dr. Natasha Kassam, menilai bahwa aliansi Jepang-Filipina ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menyeimbangkan pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik, sejalan dengan kerangka kerja Quad (Quadrilateral Security Dialogue) yang melibatkan Jepang, AS, India, dan Australia.

Sumber: Associated Press, South China Morning Post, The Japan Times — Mei 2026

Post a Comment

0 Comments