Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

OJK dan Bank Indonesia Gelar FEKDI-IFSE 2026, Pacu Kolaborasi Finansial Digital dan Keamanan Siber

Kompleks gedung perkantoran Bank Indonesia dan otoritas keuangan di pusat kota Jakarta

Harmonisasi Dua Regulator Utama Mengakselerasi Ekosistem Keuangan Digital yang Berdaya Tahan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan bank sentral Bank Indonesia (BI) kembali membuka perhelatan akbar tahunan terintegrasi: Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026. Konferensi berskala internasional yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) ini mempertemukan ribuan pemangku kepentingan, mulai dari jajaran eksekutif perbankan nasional, pimpinan startup fintech, investor ventura global, hingga pakar keamanan teknologi informasi lintas negara.

Dalam pidato kuncinya, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa transformasi digital di sektor jasa keuangan Indonesia telah memasuki babak kedewasaan. Mahendra menekankan bahwa fokus utama regulator saat ini tidak hanya bertumpu pada ekspansi volume transaksi finansial, melainkan pada penguatan benteng tata kelola kehati-hatian, ketahanan sistemik perbankan, dan jaminan perlindungan konsumen secara berkelanjutan.

Mandatori Ketahanan Siber dan Interkonektivitas Pembayaran Regional QRIS

Salah satu pilar krusial yang dibahas mendalam pada sesi pleno konferensi adalah keharusan penerapan protokol keamanan siber tanpa kompromi. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) OJK, Hasan Fawzi, menggarisbawahi bahwa seluruh Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan dan bank digital diwajibkan menjalani audit penetration testing independen secara periodik guna menangkis maraknya ancaman rekayasa sosial, phising, dan malware perbankan mutakhir.

Pada saat bersamaan, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memaparkan capaian membanggakan dari ekspansi infrastruktur QRIS Antarnegara (Cross-Border QR Payment). Sistem pembayaran ritel nasional ini telah sukses mengintegrasikan sistem merchant Indonesia dengan ekosistem perbankan di Singapura, Malaysia, Thailand, dan sejumlah mitra dagang regional lainnya. Integrasi pembayaran lintas batas berbasis mata uang lokal ini memberikan kemudahan likuiditas riil bagi jutaan pelaku UMKM lokal dan memperlancar mobilitas wisatawan di Asia Tenggara.

Sinergi Perbankan Raksasa Nasional dan Fintech Demi Pemerataan Kredit Usaha

Perhelatan FEKDI-IFSE 2026 juga menjadi saksi penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) penyaluran pembiayaan bersama (channeling) antara jajaran bank beraset terbesar di Indonesia—termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di bawah Darmawan Junaidi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dipimpin Sunarso, serta PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang dinakhodai Jahja Setiaatmadja—dengan berbagai platform dompet digital terkemuka seperti GoPay, OVO, dan DANA.

Melalui model credit scoring alternatif berbasis analitik data transaksi kecerdasan buatan, kolaborasi ini sanggup membuka keran pendanaan produktif bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya berstatus belum terlayani perbankan formal (unbanked and underbanked). Sinergi adaptif antara regulator dan pelaku industri ini diyakini mempercepat tercapainya target inklusi keuangan nasional di atas 90 persen sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi makro Indonesia di panggung regional.

Post a Comment for "OJK dan Bank Indonesia Gelar FEKDI-IFSE 2026, Pacu Kolaborasi Finansial Digital dan Keamanan Siber"