Nium Gandeng RedotPay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Lintas Batas Berbasis Stablecoin di Asia Tenggara

Integrasi Teknologi Finansial Mutakhir untuk Mempercepat Likuiditas Digital Global
Platform infrastruktur pembayaran global terkemuka yang berbasis di Singapura, Nium, secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan perusahaan dompet kripto global RedotPay. Melalui kerja sama ini, Nium akan menyediakan rel pembayaran off-ramping berkecepatan tinggi yang memungkinkan lebih dari sembilan juta pengguna RedotPay mengonversi aset digital stablecoin langsung ke dalam mata uang fiat lokal secara instan. Langkah terobosan ini mempertegas peran sentral Singapura sebagai pusat inovasi teknologi perbankan dan gerbang kliring likuiditas lintas batas teraman di Asia Pasifik sepanjang paruh kedua tahun 2026.
Ekspansi Layanan Konversi Mata Uang dan Kepatuhan Regulasi Moneter Internasional
Chief Financial Officer Nium, Andre Mancl, dalam sesi paparan pada ajang Money20/20 menjelaskan bahwa integrasi jaringan infrastruktur ini dirancang guna menjawab kebutuhan transaksi perdagangan regional yang menuntut efisiensi biaya dan kecepatan waktu nyata. Pengguna kini dapat mencairkan saldo digital langsung ke rekening bank konvensional di lebih dari 40 negara, mencakup perbankan regional utama seperti DBS Bank, United Overseas Bank (UOB), hingga institusi perbankan di Indonesia, Filipina, dan Thailand tanpa perantara yang berbelit.
Chief Executive Officer RedotPay, Michael Gao, menambahkan bahwa kolaborasi ini mengedepankan standar kepatuhan regulasi tertinggi. Dengan memanfaatkan izin lisensi pembayaran resmi dari Monetary Authority of Singapore (MAS) yang dipegang Nium, setiap transaksi konversi dana diawasi menggunakan sistem pemantauan anti-pencucian uang (Anti-Money Laundering / AML) berbasis kecerdasan buatan. Hal ini memberikan rasa aman optimal bagi para pelaku ekonomi digital, pekerja lepas, serta perusahaan ekspor-impor yang mengandalkan mata uang kripto legal untuk penyelesaian komersial.
Memperkuat Ekosistem Pembayaran Digital Inklusif di Kawasan Asia Pasifik
Kemitraan antara Nium dan RedotPay mencerminkan pergeseran fundamental dalam arsitektur sistem keuangan global, di mana batas antara perbankan tradisional dan aset terdesentralisasi semakin menyatu secara harmonis. Riset terbaru dari lembaga riset keuangan internasional Celent mencatat bahwa volume transaksi lintas batas digital di kawasan Asia Tenggara diperkirakan tumbuh di atas 24 persen secara tahunan. Dengan menghadirkan jalur konversi yang mulus, efisien, dan berbiaya rendah, inovasi dari Singapura ini siap menjadi tulang punggung bagi kelancaran arus perdagangan antarnegara di era digital.
Post a Comment for "Nium Gandeng RedotPay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Lintas Batas Berbasis Stablecoin di Asia Tenggara"