Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kepolisian Filipina Jerat 15 Tersangka Penipuan Investasi Royal Kingdom, Ribuan Korban Rugi Miliaran Peso

Ilustrasi penegakan hukum dan penipuan investasi

PNP Jerat 15 Tersangka Penipuan Investasi Royal Kingdom

MANILA — Philippine National Police Anti-Cybercrime Group (PNP-ACG) resmi mengajukan dakwaan terhadap 15 individu yang diduga terlibat dalam skema penipuan investasi berskala besar bertajuk "Royal Kingdom". Kasus ini mencuat setelah ribuan korban di seluruh Filipina melaporkan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran peso.

Berdasarkan hasil penyelidikan PNP-ACG, skema Royal Kingdom beroperasi melalui platform daring yang menjanjikan imbal hasil investasi hingga 200 persen dalam waktu singkat. Para korban diminta menyetorkan dana melalui GCash, transfer bank, dan dompet kripto, dengan iming-iming keuntungan dari perdagangan valuta asing dan aset digital.

Modus Operandi dan Jaringan Tersangka

Menurut juru bicara PNP-ACG, para tersangka menggunakan media sosial, khususnya Facebook dan TikTok, untuk merekrut korban baru melalui skema referral berlapis. Setiap anggota yang berhasil mengajak investor baru mendapatkan bonus perekrutan, menjadikan Royal Kingdom sebagai skema piramida berkedok investasi.

Securities and Exchange Commission (SEC) Filipina sebelumnya telah mengeluarkan peringatan publik tentang Royal Kingdom pada awal 2026, menyatakan bahwa entitas tersebut tidak terdaftar dan tidak memiliki izin untuk menawarkan produk investasi kepada masyarakat. Meski demikian, operasi penipuan ini terus berjalan selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dibongkar.

Dampak terhadap Korban dan Langkah Penegakan Hukum

Data awal menunjukkan bahwa korban Royal Kingdom tersebar di berbagai provinsi termasuk Metro Manila, Cebu, Davao, dan Pampanga. Banyak korban berasal dari kalangan pekerja harian dan usaha kecil yang tergiur janji keuntungan cepat.

PNP-ACG bekerja sama dengan National Bureau of Investigation (NBI) dan Anti-Money Laundering Council (AMLC) untuk melacak dan membekukan aset para tersangka. Beberapa rekening bank dan dompet digital telah berhasil diblokir sebagai bagian dari proses penyitaan.

Direktur PNP-ACG Brigadir Jenderal Ronnie Francis Cariaga mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa legalitas platform investasi melalui situs resmi SEC Filipina sebelum menanamkan dana. "Jika imbal hasil yang dijanjikan terlalu tinggi untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan," tegasnya.

Kesimpulan

Pembongkaran skema Royal Kingdom menjadi pengingat bahwa kejahatan siber dan penipuan investasi daring tetap menjadi ancaman serius di Filipina. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus menindak pelaku kejahatan finansial demi melindungi masyarakat dari kerugian yang lebih besar.

Post a Comment for "Kepolisian Filipina Jerat 15 Tersangka Penipuan Investasi Royal Kingdom, Ribuan Korban Rugi Miliaran Peso"