Adopsi Kendaraan Listrik di Malaysia Melejit 148 Persen, Proton e.MAS 7 Dominasi Pasar Otomotif

Adopsi Kendaraan Listrik di Malaysia Melejit 148 Persen, Proton e.MAS 7 Dominasi Pasar Otomotif
Pertumbuhan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Malaysia menunjukkan akselerasi luar biasa dengan kenaikan angka registrasi unit mencapai 148 persen secara tahunan. Lonjakan penjualan mobilitas ramah lingkungan ini didorong secara signifikan oleh peluncuran SUV listrik nasional pertama, Proton e.MAS 7, yang dikembangkan oleh produsen otomotif nasional Perusahaan Otomobil Nasional Sdn Bhd (Proton) melalui kerja sama erat dengan grup konglomerat global Zhejiang Geely Holding Group.
Sinergi Geely dan Proton Pacu Daya Saing Industri Otomotif
Keberhasilan Proton e.MAS 7 merajai tangga penjualan kendaraan listrik nasional merupakan buah dari transfer teknologi terdepan, termasuk penggunaan arsitektur Global Intelligent New Energy (GMA) serta baterai generasi anyar Aegis Short Blade Battery. Chief Executive Officer Proton Holdings, Dr. Li Chunrong, menegaskan bahwa antusiasme konsumen domestik sangat tinggi berkat kombinasi daya jelajah hingga 440 kilometer sekali pengisian daya dan harga jual yang sangat kompetitif bagi keluarga urban di Kuala Lumpur, Selangor, dan Johor Bahru. Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia (MITI) yang dipimpin Tengku Zafrul Aziz turut memberikan stimulus kebijakan strategis berupa insentif pajak penjualan dan pembebasan bea masuk bagi komponen elektrifikasi. Melalui anak usahanya, Proton New Energy Technology (Pro-Net), Proton menargetkan Malaysia tidak hanya menjadi pasar konsumsi, melainkan juga pusat perakitan dan ekspor kendaraan listrik kemudi kanan untuk menjangkau pasar regional Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia, dan Filipina.Percepatan Jaringan SPKLU Tenaga Surya di Jalur Antarkota
Guna mengimbangi peningkatan populasi mobil listrik di jalan raya, konsorsium BUMN Tenaga Nasional Berhad (TNB) bersama pengelola jalan tol PLUS Malaysia Berhad menggencarkan penambahan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) ultra-cepat (DC Fast Charging 180 kW). Jaringan stasiun pengisian daya modern di sepanjang Lebuhraya Utara-Selatan tersebut kini terintegrasi langsung dengan instalasi panel surya fotovoltaik atap, memastikan pasokan listrik ramah lingkungan dari sumber terbarukan. Dukungan ekosistem yang solid ini berhasil menepis kekhawatiran jarak tempuh (range anxiety) para pengendara jarak jauh. Pertumbuhan pesat sektor ini juga menciptakan dampak berganda bagi perekonomian lokal dengan menyerap ribuan tenaga kerja terampil di bidang rekayasa perangkat lunak kendaraan, teknisi baterai tegangan tinggi, serta instalator jaringan listrik pintar.Kesimpulan
Pencapaian pertumbuhan pasar EV hingga 148 persen yang dipimpin oleh Proton e.MAS 7 membuktikan kesiapan Malaysia menjadi salah satu poros utama revolusi industri mobilitas bersih dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Post a Comment for "Adopsi Kendaraan Listrik di Malaysia Melejit 148 Persen, Proton e.MAS 7 Dominasi Pasar Otomotif"