SMU Singapura Sambut 36 Startup Baru di Kohort Agustus 2026, Mayoritas Berbasis AI
SMU Singapura Sambut 36 Startup Baru di Kohort Agustus 2026, Mayoritas Berbasis AI
SINGAPURA — Singapore Management University (SMU) melalui Institute of Innovation and Entrepreneurship (SMU IIE) resmi menerima 36 startup ke dalam kohort Agustus 2026 program inkubasi Business Innovations Generator (BIG). Program inkubasi bebas ekuitas ini terbuka bagi seluruh pendiri tahap awal, baik dari komunitas SMU maupun dari luar universitas.
Dari 36 startup yang diterima, setengahnya berfokus pada bidang smart nation dan ekonomi digital, sementara sisanya bergerak di sektor kesehatan, solusi perkotaan, keberlanjutan, serta manufaktur. Kecerdasan buatan (AI) menjadi tema dominan, dengan 19 dari 36 startup mengembangkan produk atau solusi berbasis AI di berbagai sektor termasuk perangkat lunak enterprise, edukasi, kesehatan, penjualan, logistik, keuangan, dan ketahanan iklim.
Pendiri Berkaliber Tinggi dari Dalam dan Luar SMU
Kohort ini mencakup 22 startup dari komunitas SMU, yang terdiri dari tiga venture yang dipimpin dosen, 12 startup alumni, dan tujuh startup mahasiswa aktif. Selain itu, 14 startup berasal dari pendiri di luar komunitas SMU yang membangun bisnis di Singapura dan luar negeri.
Salah satu pendiri yang menonjol adalah Profesor Lau Hoong Chuin, Profesor Ilmu Komputer di SMU yang pernah berkolaborasi dengan lembaga pemerintah serta perusahaan global seperti Fujitsu dan IBM. Startup-nya, Horaion, merupakan platform penjadwalan tenaga kerja berbasis AI untuk operasi berskala besar dan kompleks.
Solopreneur Muda dan Startup Internasional
Startup lain yang menarik perhatian adalah karya Lye Jiajun, mahasiswa tingkat akhir jurusan Sistem Informasi di SMU, yang mendirikan platform penjualan berbasis AI untuk mengotomatisasi pertemuan penjualan melalui email dan media sosial. Kohort ini juga mencakup finalis dari kompetisi Lee Kuan Yew Global Business Plan Competition (LKYGBPC).
Enam startup dalam kohort ini terdaftar di luar negeri, yakni di Tiongkok (1), India (1), Malaysia (1), dan Amerika Serikat (3). Dua belas startup telah berhasil meraih pendanaan awal.
Memperkuat Posisi Singapura sebagai Hub Startup Asia
Program BIG SMU terus memperkuat posisi Singapura sebagai pusat inovasi dan kewirausahaan di Asia Tenggara. Dengan dominasi AI dalam kohort terbaru ini, SMU IIE membuktikan bahwa universitas mampu menjadi katalis penting dalam ekosistem startup, menghubungkan riset akademis dengan kebutuhan pasar global.
Sumber: SMU Newsroom, 24 September 2026
Post a Comment for "SMU Singapura Sambut 36 Startup Baru di Kohort Agustus 2026, Mayoritas Berbasis AI"