Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Polisi Vietnam Sita 84 Ton Bijih Rare Earth Radioaktif, Direktur Perusahaan Ditahan

Aktivitas pertambangan mineral

Polisi Vietnam Sita 84 Ton Bijih Rare Earth Radioaktif, Direktur Perusahaan Ditahan

HANOI — Kepolisian Vietnam menyita 84 ton monazit, bijih tanah jarang (rare earth) yang bersifat radioaktif, yang diduga hendak diselundupkan ke luar negeri. Direktur perusahaan bernama Tran Van Quan (69) ditahan atas dugaan pelanggaran ekspor mineral strategis.

Monazit mengandung unsur neodymium, praseodymium, yttrium, dan thorium yang vital untuk magnet kendaraan listrik, turbin angin, dan perangkat elektronik. Vietnam diperkirakan memiliki cadangan rare earth terbesar kedua dunia setelah Tiongkok, tersebar di provinsi Lai Chau, Lao Cai, dan Yen Bai.

Bagian dari Strategi China Plus One

Langkah tegas ini sejalan dengan strategi China Plus One di mana perusahaan global seperti Samsung Electronics, LG Energy Solution, Apple, dan Toyota memindahkan sebagian rantai pasok ke Vietnam. Menurut analisis The Diplomat, penguasaan mineral kritis menjadi kunci daya tawar Hanoi.

Badan riset BMI mencatat pengiriman yttrium, dysprosium, dan terbium Tiongkok ke Amerika Serikat hanya berjalan 42-49 persen dari volume normal pasca kontrol ekspor. Kondisi ini membuat cadangan Vietnam semakin strategis di mata investor Amerika, Jepang, dan Korea Selatan.

Komitmen Hilirisasi

Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vietnam (MONRE) menegaskan seluruh ekspor mineral kritis wajib berizin dan melalui pemurnian domestik. Perusahaan negara Vinacomin dan Vietnam Rare Earth JSC (VTRE) didorong memimpin hilirisasi.

Pemerintah menargetkan pendapatan sektor mineral kritis tumbuh dua digit hingga 2030, sekaligus memperketat pengawasan di Pelabuhan Haiphong dan Pelabuhan Cat Lai. Sumber: The Diplomat, MSN, BMI.

Post a Comment for "Polisi Vietnam Sita 84 Ton Bijih Rare Earth Radioaktif, Direktur Perusahaan Ditahan"