NSRC Malaysia Kembalikan RM5,16 Juta ke Korban Penipuan, 65 Persen Dana Curian Berhasil Diselamatkan
Pusat Respons Penipuan Nasional Malaysia Catat Keberhasilan
BANGI — Sebanyak RM5,16 juta hasil penipuan berhasil dikembalikan kepada korban sepanjang Januari hingga Juli 2026, atau 65 persen dari total RM7,94 juta dana yang dibekukan melalui National Scam Response Centre (NSRC). Angka ini diungkap Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail.
"Bagi kami, pengembalian uang kepada korban adalah salah satu hasil penegakan hukum yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Saifuddin dalam konferensi pers usai membuka 6th International Cyber Resilience Conference (CRC 2026) di Bangi, 2 September 2026.
Ancaman Siber di Asia Tenggara Makin Serius
Saifuddin menyebutkan bahwa Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) melaporkan operasi penipuan di Asia Tenggara menghasilkan puluhan miliar dolar AS setiap tahun. Data ini menunjukkan tingkat ancaman siber yang terus meningkat di kawasan, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara.
Melalui operasi internasional Ops Cyber Guardian yang melibatkan tujuh negara, pihak berwenang berhasil menangkap 69 individu dan menyita 498.694 file digital hingga April 2026. Sebanyak 205.000 file di antaranya merupakan materi pelecehan seksual anak (CSAM), menunjukkan keseriusan penegakan hukum dalam memberantas kejahatan digital.
Selain itu, hingga 28 Agustus 2026, tercatat 746 warga Malaysia menjadi korban tawaran pekerjaan palsu di luar negeri. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyasar kelompok rentan yang mencari pekerjaan di luar negeri.
AI: Senjata Baru Melawan Sindikat Siber
Menghadapi kejahatan siber yang semakin canggih, pemerintah Malaysia mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh para pembuat kebijakan dan aparat penegak hukum. Saifuddin menegaskan bahwa penjahat siber saat ini bukan lagi penjahat konvensional, melainkan sindikat terorganisir yang memanfaatkan teknologi berkembang pesat.
"Generative AI adalah fenomena baru. Ketika para pelaku kejahatan sudah menguasainya, kita tidak bisa tetap bertahan dengan cara-cara lama," tegasnya. Pemerintah juga tengah mengembangkan Cyber Crime Fusion Centre (CCFC) yang kini memasuki fase kedua, mencakup pengembangan model tata kelola dan model operasional.
CRC 2026 sendiri mengangkat tema Navigating Challenges and Opportunities in Global Cyber Resilience, dihadiri sekitar 321 peserta fisik dan 149 peserta daring dari dalam dan luar negeri. Konferensi tiga hari ini menegaskan komitmen Malaysia dalam mencegah, merespons, memulihkan, dan beradaptasi terhadap gangguan siber tanpa mengganggu fungsi-fungsi kritis nasional.
Keberhasilan NSRC mengembalikan dana korban menjadi kabar positif di tengah meningkatnya ancaman siber, sekaligus bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat mampu menekan dampak kejahatan digital.
Sumber: Malay Mail, Bernama.
Post a Comment for "NSRC Malaysia Kembalikan RM5,16 Juta ke Korban Penipuan, 65 Persen Dana Curian Berhasil Diselamatkan"