Filipina dan Taiwan Teken Kesepakatan Bisnis Senilai US$100 Juta di Pameran Taipei 2026
Kemitraan Ekonomi Filipina-Taiwan Capai Titik Tertinggi di Taipei International Trade Fair 2026
(Manila, 18 September 2026) — Delegasi bisnis Filipina yang menghadiri Taipei International Trade Fair 2026 (TITF) di Pusat Konvensi dan Pameran Nangnung baru saja menutup babak paling produktif dalam sejarah kemitraan perdagangan kedua negara. Total kesepakatan senilai US$100 juta berhasil ditandatangani antara perusahaan-perusahaan terkemuka dari Manila dan Taipei pada hari ketiga pameran yang berlangsung 12–15 September 2026.
Pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) ini menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha Asia untuk membangun jaringan perdagangan lintas batas. Delegasi Filipina dipimpin oleh Ramon S. Monzon, Presiden dan CEO Philippine Economic Zone Authority (PEZA), bersama 45 perusahaan anggota dari berbagai sektor.
Lima Kesepakatan Kunci Menopang Ekspansi Sektor Manufaktur dan Teknologi
Kesepakatan terbesar dicapai oleh Aboitiz Power Corporation dan Tainan Energy Holdings, yang menandatangani nota kerjasama senilai US$45 juta untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terintegrasi di Visayas dan Mindanao. Proyek ini akan dikerjakan oleh konsorsium SunPower Philippines dan teknisi dari Formosa Plastics Group di wilayah Negros Oriental.
Sementara itu, Jovellanos Technologies dari Cebu City sepakat berkolaborasi dengan Mechatronics Industry Association of Taiwan (MIAT) untuk mendirikan pusat pengembangan semikonduktor pertama di Bohol Industrial Park — sebuah langkah revolusioner bagi industri teknologi Filipina yang sebelumnya lebih fokus pada layanan outsourcing dan call center.
James Huang, Kepala Perwakilan TAITRA di Manila, mengungkapkan bahwa total 12 memorandum of understanding telah disepakati dalam pameran ini, melampaui target awal TAITRA sebesar US$60 juta. "Kami melihat momentum luar biasa karena perusahaan Filipina mulai beralih dari strategi jangka pendek ke investasi infrastruktur berkelanjutan," ujar Huang dalam sesi press conference di booth TAITRA pada 14 September 2026.
Dampak Jangka Panjang terhadap Pertumbuhan Ekonomi Filipina
Dengan kehadiran di TITF 2026, delegasi Filipina membawa 23 perusahaan startup dari ekosistem QC Innovation Hub (Quezon City), termasuk CloudSEK Southeast Asia yang bergerak di bidang cybersecurity berbasis AI, dan AgroSmart PH yang memanfaatkan Internet of Things untuk optimasi perkebunan kopi di Bukidnon.
Selain itu, BDO Unibank mengumumkan perluasan layanan financing khusus eksportir Filipina-Taiwan melalui program Tribunal Cross-Border Commerce Facility, memberikan akses pinjaman bunga rendah hingga PHP 5 miliar per perusahaan mitra.
Kesuksesan delegasi Filipina di Taipei ini diharapkan menjadi tonggak awal fase baru kerja sama ekonomi bilateral yang lebih matang, setara dengan perjanjian perdagangan ASEAN-Taiwan yang sedang dalam tahap negosiasi akhir antar pemerintah.
Post a Comment for "Filipina dan Taiwan Teken Kesepakatan Bisnis Senilai US$100 Juta di Pameran Taipei 2026"