BSI dan BASE Gandeng Tangan, Pembiayaan Berkelanjutan Capai 24,60 Persen di Indonesia

Bank Syariah Indonesia Perkuat Komitmen Keuangan Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Strategis
(Jakarta, 18 September 2026) — Bank Syariah Indonesia (BSI), bank syariah terbesar di Asia Tenggara dengan aset mencapai Rp 1.154 triliun pada pertengahan 2026, resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Bursa Efek Surabaya (Bursa Berjangka Dagang / BASE). Kesepakatan ini bertujuan mempercepat penetrasi pembiayaan berkelanjutan dalam portofolo BSI hingga target ambisius 24,60 persen.
Dengan langkah ini, BSI berkomitmen untuk mengalokasikan sebagian besar dana pinjaman kepada proyek-proyek yang memenuhi kriteria green finance dan sosial impact financing. Target ini sejalan dengan kebijakan global tentang ekonomi berkelanjutan yang semakin ketat dan semakin banyak didorong oleh investor internasional.
Kredit Hijau dan Pembiayaan Impact Sosial Jadi Prioritas Utama
BSI akan memprioritaskan penyaluran kredit hijau untuk sektor-sektor seperti energi terbarukan, pertanian organik, dan pengolahan limbah industri. Program ini telah dimulai sejak awal 2026, bekerja sama dengan Perum Perhutani, Pupuk Indonesia Group, dan sejumlah perusahaan listrik negara termasuk PT PLN Unit IV Regional Sumatera.
Sementara itu, lini pembiayaan berdampak sosial difokuskan pada UMKM binaan Mujizat Foundation, koperasi nelayan pesisir Balai Nelayan Maju Bersama, serta program pelatihan vokasi karyawan dari Institute for Sustainable Finance Jakarta (ISFJ).
Dirut BSI Cong Metry Husein Tjahjo menyebut bahwa kolaborasi ini bukan sekadar inisiatif CSR — melainkan strategi bisnis jangka panjang yang terbukti meningkatkan profitabilitas dan reputasi pasar. "Kami percaya bahwa keuangan syariah harus mengadopsi nilai-nilai keberlanjutan sebagai bagian integral dari syariat Islam itu sendiri," jelas Cong Metry dalam upacara penandatanganan di kantor pusat BSI Kantor Pusat Sudirman, Jakarta Selatan.
Kemitraan dengan Investor Global dan Peluang Ekspansi Pasar Global
Dalam kaitan ini, Emira Ventures, unit modal ventura milik Kementerian Agama RI, dan Morshid Investments dari Emirat Arab Bersatu (UAE) juga telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi bersama BSI dalam skema sukuk hijau bernilai hingga US$2 miliar. Jika kesepakatan terwujud, ini akan menjadi transaksi sukuk hijau terbesar di Asia Tenggara sepanjang sejarah.
Kolaborasi antara BSI dan BASE ini membuktikan bahwa Indonesia terus maju dalam ekosistem keuangan syariah modern — tidak hanya dari sisi volume bisnis, tetapi juga kualitas kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan planet ini.
Post a Comment for "BSI dan BASE Gandeng Tangan, Pembiayaan Berkelanjutan Capai 24,60 Persen di Indonesia"