Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AirTrunk Bidik IPO REIT Singapura Senilai US$1,5 Miliar, Didukung Blackstone

Pusat data modern AirTrunk

AirTrunk Bidik IPO REIT Singapura Senilai US$1,5 Miliar, Didukung Blackstone

SINGAPURA — Operator pusat data AirTrunk, yang didukung raksasa investasi Blackstone dan Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB), menargetkan peluncuran penawaran umum perdana (IPO) real estate investment trust (REIT) Singapura pada September atau Oktober 2026 dengan nilai mencapai US$1,5 miliar. Jika terealisasi, pencatatan ini akan menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah Singapore Exchange (SGX) dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut, AirTrunk telah menunjuk bank-bank investasi global termasuk DBS Group, Citigroup, dan UBS sebagai penjamin emisi. Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk mendanai ekspansi agresif pusat data perusahaan di kawasan Asia-Pasifik, seiring melonjaknya permintaan kapasitas komputasi untuk kecerdasan artifisial (AI).

Permintaan AI Dorong Ekspansi Pusat Data

Pendiri dan Kepala Eksekutif AirTrunk, Robin Khuda, sebelumnya menegaskan bahwa ledakan adopsi AI generatif telah menciptakan kebutuhan kapasitas pusat data yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan yang didirikan di Sydney ini mengoperasikan kampus-kampus pusat data hyperscale di Sydney, Melbourne, Singapura, Hong Kong, Tokyo, dan Johor, Malaysia.

Blackstone mengakuisisi AirTrunk pada 2024 dengan nilai perusahaan sekitar 24 miliar dolar Australia, menjadikannya salah satu transaksi infrastruktur digital terbesar di kawasan ini. Struktur REIT dipilih karena memberikan imbal hasil dividen yang stabil bagi investor, sekaligus memberi AirTrunk akses pendanaan jangka panjang dengan biaya kompetitif.

Sinyal Positif bagi Pasar Modal Singapura

Rencana IPO AirTrunk menjadi kabar gembira bagi SGX yang dalam beberapa tahun terakhir kalah bersaing dengan bursa Hong Kong dan Amerika Serikat dalam menarik pencatatan teknologi. Otoritas Moneter Singapura (MAS) sendiri telah meluncurkan berbagai insentif untuk menghidupkan kembali pasar IPO, termasuk komitmen dana S$220 juta untuk pengembangan ekosistem fintech dan teknologi.

Para analis menilai keberhasilan IPO AirTrunk dapat membuka jalan bagi gelombang pencatatan perusahaan infrastruktur digital lainnya di Singapura. "Jika AirTrunk sukses, ini akan membuktikan bahwa SGX mampu menampung emiten teknologi berskala besar," ujar seorang analis perbankan investasi di Singapura. Investor kini menanti prospektus resmi yang diperkirakan terbit dalam beberapa pekan ke depan.

Sumber: Reuters, Singapore Exchange

Post a Comment for "AirTrunk Bidik IPO REIT Singapura Senilai US$1,5 Miliar, Didukung Blackstone"