Perdagangan Vietnam 7 Bulan Pertama 2026 Capai US$659 Miliar, Target US$1 Triliun Tetap Terjaga
Perdagangan Vietnam Tujuh Bulan 2026 Tembus US$659 Miliar
Perdagangan luar negeri Vietnam terus menjadi mesin utama perekonomian nasional. Dalam tujuh bulan pertama 2026, total nilai impor-ekspor negara ini mencapai estimasi US$659 miliar, tumbuh 28 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, menurut laporan VTV International.
Ekspor tercatat US$320 miliar dengan pertumbuhan 21,9 persen, sementara impor naik 34,5 persen menjadi US$339 miliar — sinyal kokohnya permintaan domestik serta kebutuhan mesin dan bahan baku produksi.
FTA Generasi Baru sebagai Kunci Pertumbuhan
Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Sinh Nhat Tan, menyatakan total perdagangan tahun 2026 berpotensi melampaui US$1 triliun. Harapan itu ditopang oleh pemanfaatan efektif perjanjian perdagangan bebas (FTA) generasi baru.
- Lebih dari 1,2 juta sertifikat asal (CoO) diterbitkan hingga akhir Juli, mencakup ekspor hampir US$100 miliar dari 28 persen total ekspor.
- Beberapa FTA mencatatkan tingkat penggunaan tarif preferensial 30-50 persen.
- PDB kuartal I tumbuh 7,94 persen dan kuartal II 8,39 persen, sehingga semester I mencapai 8,18 persen.
- Hampir 169.800 perusahaan baru masuk pasar dalam enam bulan, naik 11,2 persen.
Industri dan Kepercayaan Bisnis Menguat
Indeks produksi industri kini melaju di banyak daerah, dengan Quang Ngai naik 14,06 persen, Hai Phong 15 persen, dan Hanoi 9,4 persen. Modal terdaftar baru mencapai 1.352,6 triliun dong (VND), meningkat hingga 64,8 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Nguyen Thi Mai Hanh, Kepala Bagian Akun Nasional di Kantor Statistik Nasional Vietnam, menyebut investasi publik sebagai pendorong utama semester kedua dengan percepatan proyek konstruksi dan transportasi. Dengan komitmen integrasi ekonomi yang kuat, posisi Vietnam sebagai motor perdagangan Asia Tenggara semakin kokoh.
Struktur impor Vietnam juga mencerminkan modernisasi manufaktur. Meningkatnya pembelian mesin, perangkat otomasi, dan komponen elektronik menandai pergeseran ke produksi bernilai tambah tinggi. Menurut VietnamPlus, rantai pasok elektronik, tekstil, dan otomotif di Vietnam terus menarik modal asing dari Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong.
Para ekonom menilai pertumbuhan PDB 8,18 persen pada semester pertama menjadi fondasi kuat bagi pencapaian target tahunan. Namun laju pertumbuhan harus ditingkatkan secara signifikan pada paruh kedua melalui percepatan investasi publik, perluasan produksi industri, dan penguatan konsumsi domestik di tengah dinamika permintaan global yang masih belum menentu.
Dari sisi pasokan, laju produksi industri yang menyebar ke banyak provinsi memperkuat kontribusi sektor manufaktur terhadap ekspor. Penyederhanaan prosedur perizinan dan percepatan pembangunan kawasan industri di berbagai daerah turut membantu bermunculannya perusahaan-perusahaan baru yang menopang pertumbuhan jangka panjang.
Belanja rumah tangga turut menopang momentum tersebut, dengan laju inflasi yang terkendali dalam kisaran target di sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Konsumsi domestik yang stabil memberikan bantalan bagi perekonomian Vietnam apabila gejolak permintaan di pasar ekspor utama kembali terjadi.
Sumber: VTV English, VietnamPlus, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam
Post a Comment for "Perdagangan Vietnam 7 Bulan Pertama 2026 Capai US$659 Miliar, Target US$1 Triliun Tetap Terjaga"