Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kunjungan Wisatawan Filipina Dekati 3,2 Juta pada Semester I 2026, China dan India Jadi Pendorong

Pemandangan Kota Manila, Filipina

Kunjungan Wisatawan Filipina Dekati 3,2 Juta pada Semester I 2026

Kementerian Pariwisata Filipina (Department of Tourism/DOT) mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing pada paruh pertama 2026 mendekati 3,2 juta orang. Angka ini tumbuh 5,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebagaimana dilaporkan Business Mirror pada 20 Juli 2026.

Pertumbuhan utama datang dari lonjakan wisatawan China dan India, yang didorong oleh pelonggaran persyaratan visa. Kebijakan masuk yang lebih ramah membuat Filipina semakin kompetitif dalam menarik wisatawan asing di kawasan Asia Pasifik.

Relaksasi Visa Picu Lonjakan Pasar Baru

DOT menyebut relaksasi persyaratan visa sebagai kebijakan kunci di balik pertumbuhan kunjungan kali ini. Wisatawan dari pasar China dan India menunjukkan pertumbuhan tercepat, seiring perjalanan yang lebih mudah dan koneksi udara yang terus bertambah.

Pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan juga tetap pada kinerja stabil, menjadikan struktur pasar wisatawan Filipina kian beragam dan tidak bergantung pada satu negara.

Destinasi Andalan dan Infrastruktur Bandara

Destinasi terkenal seperti Pulau Boracay, Kota Cebu, dan keindahan alam Palawan tetap menjadi andalan utama. Pintu masuk utama negara, Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) di Manila, terus meningkatkan kemampuannya melayani gelombang kunjungan.

  • Kunjungan semester I 2026: hampir 3,2 juta, naik 5,41 persen tahun ke tahun.
  • Pasar dengan pertumbuhan tercepat: China dan India.
  • Destinasi primadona: Boracay, Cebu, Palawan.
  • Pintu masuk utama: Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA).

Prospek pariwisata Filipina tahun ini masih menjanjikan, didukung kebijakan visa yang progresif dan promosi destinasi melalui kampanye DOT. Pemerintah optimistis target kunjungan akhir tahun dapat tercapai bila momentum semester kedua berlanjut.

Dukungan terhadap pariwisata juga datang dari operator udara domestik. Maskapai seperti Cebu Pacific dan Philippine Airlines terus menambah rute baru dari China dan India, sementara pelaku hotel di berbagai kota besar melanjutkan renovasi untuk menyambut wisatawan kelas menengah yang kian bertumbuh.

Dalam jangka menengah, prospek sektor wisata Filipina dinilai cerah. Kombinasi destinasi pantai kelas dunia, struktur pasar yang semakin beragam, serta perbaikan infrastruktur transportasi menjadikan Filipina salah satu pasar pariwisata yang paling berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara.

Kalangan industri pariwisata menyambut baik data tersebut. Asosiasi hotel dan restoran Filipina menilai tren kunjungan yang meningkat akan mendorong investasi baru di sektor akomodasi, transportasi, serta wisata kuliner dan bahari dari Manila hingga kepulauan selatan seperti Mindanao.

Departemen Pariwisata juga tengah mengembangkan layanan visa elektronik untuk mempermudah perjalanan wisatawan dari Asia. Tingkat okupansi hotel di kota-kota utama dilaporkan meningkat seiring bertambahnya frekuensi penerbangan internasional, sehingga momentum pertumbuhan ini dinilai dapat berlanjut hingga akhir tahun.

Sumber: BusinessMirror, Departemen Pariwisata Filipina (DOT)

Post a Comment for "Kunjungan Wisatawan Filipina Dekati 3,2 Juta pada Semester I 2026, China dan India Jadi Pendorong"