Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kerugian Kejahatan Siber Terengganu Capai RM21 Juta, Penipuan Cinta Jadi Modus Favorit

Ilustrasi keamanan siber dan kejahatan digital

Kerugian Kejahatan Siber Terengganu Capai RM21 Juta

Kepolisian Terengganu mencatat kerugian mencapai RM21.035.250,57 akibat kasus kejahatan komersial sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat RM20.198.493,73, demikian diungkapkan Kepala Kepolisian Terengganu, Datuk Mohd Khairi Khairudin.

Dalam pernyataannya di Kuala Terengganu, Mohd Khairi mengungkapkan bahwa total kasus kejahatan komersial mencapai 1.009 kasus pada enam bulan pertama tahun ini, naik dari 995 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kejahatan Siber Mendominasi

Dari total tersebut, kejahatan siber mendominasi dengan 980 kasus, disusul uang palsu sebanyak 13 kasus, pelanggaran Moneylenders Act 1951 sebanyak 12 kasus, serta penggelapan tiga kasus.

  • Kerugian dari kejahatan siber mencapai RM20.938.370,57, mencakup penipuan cinta (love scam), skema investasi fiktif, dan penipuan telepon.
  • Jumlah penangkapan justru menurun menjadi 402 orang pada semester pertama 2026, dibandingkan 458 orang pada periode yang sama tahun lalu.
  • Kasus penipuan cinta dilaporkan menjadi salah satu modus dengan nilai kerugian terbesar, menyasar korban melalui aplikasi kencan dan media sosial.

Imbauan Waspada bagi Masyarakat

Mohd Khairi mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap taktik sindikat penipuan yang kian beragam. "Verifikasi informasi melalui aplikasi atau kanal resmi milik kepolisian atau pemerintah sebelum melakukan pembayaran apa pun," ujarnya.

Polisi juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pengecekan nomor rekening dan nomor telepon penipu yang disediakan pihak berwenang, seperti aplikasi Semak Mule yang dikelola Bank Negara Malaysia, untuk meminimalkan risiko menjadi korban.

Koordinasi Penegakan Hukum

Upaya pemberantasan sindikat penipuan siber terus digencarkan melalui koordinasi antara kepolisian, regulator perbankan, dan penyedia platform digital. Pihak berwenang juga aktif bekerja sama dengan aparat negara lain untuk membongkar jaringan penipuan lintas negara yang kerap beroperasi dari kawasan Asia Tenggara.

Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan imbal hasil tidak wajar serta tidak memberikan data pribadi atau kode verifikasi kepada pihak yang tidak dikenal. Kewaspadaan dan literasi digital yang tinggi dinilai menjadi pertahanan pertama yang paling efektif menghadapi modus kejahatan yang terus berkembang.

Modus Penipuan yang Kian Canggih

Sindikat penipuan saat ini semakin canggih dalam menyusun skema, mulai dari memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk memalsukan suara dan wajah (deepfake) hingga membangun laman investasi palsu yang tampak meyakinkan. Banyak korban kehilangan uang dalam jumlah besar karena yakin berhadapan dengan lembaga keuangan resmi.

Polisi mencatat pola serangan yang terkoordinasi antarsindikat dengan pusat operasi di luar negeri. Oleh karena itu, kerja sama penegakan hukum regional melalui platform seperti ASEANAPOL menjadi penting untuk membongkar jaringan yang melintasi perbatasan negara.

  • Kasus penipuan investasi fiktif kerap menawarkan skema keuntungan berlipat dengan imbal hasil tak masuk akal untuk menarik korban.
  • Penipuan telepon yang berpura-pura menjadi petugas polisi atau bank menggunakan taktik tekanan dan rasa takut.
  • Penipuan cinta membangun hubungan emosional panjang sebelum akhirnya meminta transfer uang dengan alasan mendesak.

Masyarakat diingatkan untuk tidak pernah membagikan kode OTP, PIN, maupun data kartu kepada siapa pun. Prinsip utama yang ditekankan kepolisian adalah: apabila sesuatu terasa terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, maka besar kemungkinan itu tipuan. Literasi keuangan digital yang baik menjadi benteng utama melindungi diri dari jeri sindikat kejahatan siber yang terus berkembang.

Sumber: Bernama, Malay Mail

Post a Comment for "Kerugian Kejahatan Siber Terengganu Capai RM21 Juta, Penipuan Cinta Jadi Modus Favorit"