37 Fintech Asia Tenggara Masuk Daftar Global CNBC 2026, Singapura Mendominasi
37 Fintech Asia Tenggara Masuk Daftar Global CNBC 2026
Sebanyak 37 perusahaan fintech dari Asia Tenggara berhasil masuk dalam daftar World's Top Fintech Companies 2026 yang dirilis CNBC bekerja sama dengan lembaga riset Statista. Daftar bergengsi itu menilai ribuan perusahaan di seluruh dunia berdasarkan pertumbuhan pendapatan dan inovasi teknologi, sebelum menyaringnya menjadi 500 perusahaan terbaik secara global.
Pencapaian ini menegaskan posisi Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan dengan ekosistem layanan keuangan digital paling dinamis di dunia. Dari total 37 perusahaan yang lolos, sebanyak 21 di antaranya merupakan pemenang yang kembali dari tahun sebelumnya, sementara 16 lainnya adalah pendatang baru untuk pertama kalinya.
Singapura Kukuhkan Status Pusat Fintech Global
Singapura menjadi kontributor terbesar dengan 27 perusahaan, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pusat fintech utama dunia. Negara kota itu mencatat 16 perusahaan yang kembali masuk daftar dan 11 pendatang baru yang tersebar di tujuh kategori layanan keuangan.
- Airwallex mempertahankan posisinya di kategori enterprise fintech sebagai platform pembayaran lintas batas dengan kantor pusat ganda di San Francisco dan Singapura.
- Ant International, lengan bisnis pembayaran internasional milik Ant Group yang berkantor pusat di Singapura, kembali masuk kategori pembayaran.
- Endowus kembali diakui di kategori wealth technology sebagai platform investasi digital independen yang menawarkan layanan berbasis biaya tunggal.
- Amber Group, Crypto.com, dan ChainUp masuk untuk pertama kalinya di kategori digital assets.
- bolttech mencatat debut di kategori insurtech, sementara Atome dan Choco Up masing-masing debut di kategori pembayaran dan alternative financing.
Kebangkitan Fintech Kawasan
Di luar Singapura, 10 kursi lainnya diraih perusahaan dari Malaysia, Vietnam, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Myanmar. Masuknya nama-nama baru dari negara berkembang menunjukkan ekspansi layanan keuangan digital yang semakin merata di kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran perusahaan seperti iFAST dari Singapura yang dikenal sebagai platform wealth management digital juga menjadi sorotan, seiring meningkatnya minat masyarakat kawasan terhadap layanan investasi berbasis teknologi. Pertumbuhan kelas menengah dan penetrasi internet yang tinggi disebut-sebut menjadi pendorong utama permintaan layanan keuangan digital di kawasan ini.
Dampak bagi Ekosistem Regional
Analis menilai pengakuan global ini akan semakin menarik minat investor internasional untuk menanamkan modal di ekosistem fintech Asia Tenggara, sekaligus mendorong inovasi layanan keuangan yang lebih inklusif bagi masyarakat. Otoritas moneter di sejumlah negara, termasuk Monetary Authority of Singapore (MAS), dinilai berperan penting dalam menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif bagi pertumbuhan industri.
Dengan kombinasi dukungan regulasi, talenta digital, dan pasar yang terus berkembang, Asia Tenggara diproyeksikan semakin diperhitungkan dalam peta fintech global pada tahun-tahun mendatang. Pengakuan dari CNBC dan Statista ini menjadi bukti bahwa perusahaan-perusahaan kawasan tidak lagi sekadar peniru, melainkan inovator yang mampu bersaing di panggung dunia.
Sumber: CNBC, Fintech News Singapore, Statista
Post a Comment for "37 Fintech Asia Tenggara Masuk Daftar Global CNBC 2026, Singapura Mendominasi"